October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

WHO Minta Maaf Stafnya Lakukan Pelecehan Seksual di Kongo

BeritaIndo – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta maaf setelah penyelidik independen yang menyelidiki tuduhan pelecehan seksual di Kongo. Penyelidikan itu menyebut Staf WHO mendakwaan kegagalan struktural yang jelas dan kelalaian individu.

”Ini adalah hari yang gelap bagi WHO,” Kata Dirjen Who, Tedros Adhanom Ghebreyesus setelah laporan mengenai tuduhan terhadap personel lokal dan internasional yang dikerahkan di negara itu untuk memerangi wabah Ebola dari 2018 hingga 2020.

Komisi mewawancarai lusinan wanita yang mengatakan bahwa mereka ditawari pekerjsaan sebagai imbalan seks, atau menjadi korban pemerkosaan.

”Hal pertama yang ingin saya katakan kepada para korban dan penyintas . Saya minta maaf,” Kata Tedros dalam konferensi pers.

Sudah, dua staf senior ditempatkan cuti administratif, kata Tedros, menambahkan,” Kami mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa orang lain yang mungkin terlibat untuk sementara dibebaskan dari perang pengambilan keputusan sehubungan dengan tuduhan eksploitasi dan pelecehan seksual.”

Laporam setebal 35 halam itu melukiskan gambaran suram, mencatat skala insiden ekploitasi dan pelecehan seksual dalam menanggapi wabah Ebola ke-10. Komisi khusus mengidentifikasi 83 tersangka, termasuk 21 yang dipekerjakan oleh WHO.

4 telah diputus kontraknya dan dilarang bekerja WHO, Tedros mengatakan WHO akan memberi tahu sistem PBB yang lebih luas. Badan tersebut juga akan merujuk tuduhan pemerkosaan kepada pihak berwenang Kongo dan negara-negara terkait lainnya.

Ia juga mengatakan menemukan kegagalan struktural yang jelas dan ketidaksiapan untuk mengelola risiko insiden eksploitasi dan pelecehan seksual di negara Afrika Tengah yang miskin itu.

Menyusul laporan media pada bulan Mei Bahwa manajemen WHO mengetahui dugaan kasus di Kongo dan tidak bertindak, 53 negara bersama-sama menuntut agar WO menampilkan kepemimpinan yang kuat dan patut dicontoh dalam mencegah pelecehan seksual.