October 21, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Wanita Ngaku Diperkosa Oknum DPRD Maros Dipaksa Gugurkan Kandungan

BeritaIndo – Wanita yang juga kader muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPC Maros, Sulawesi Selatan, IMS (25), mengaku tak hanya diperkosa rekan separtainya yang merupakan oknum anggota DPRD Maros, Pria berinisial SS (36). IMS yang hamil akibat perbuatan SS dipaksa menggugurkan kandungan.

IMS menjelaskan, setelah diperkosa pada Desember 2019, dia kemudian dijebak untuk kembali berhubungan badan pada Januari 2020 dengan kedok memberi investasi. IMS lalu mengetahui dirinya telah hamil pada April 2020.

”Saya coba test pack terus hasilnya positif, saya coba hubungi dia dan ternyata dia sudah blokir saya,” ucap IMS.

IMS mengaku mencoba hubungi SS dengan cara menghubungi istrinya. Namun istri SS bergeming atas kabar hamilnya IMS.

”Saya beranikan diri kirimkan bukti test pack ke istrinya dan ada memang saya simpan itu nomor WA istrinya, istrinya tidak menanggapi,” Katanya.

Meski demikian, IMS mengaku upaya itu tampak berhasil karena SS menghubungi dia setelah mengirim bukti tes kehamilan ke istri SS.

”Dia bilang, betul itu yang kamu kirimkan ibu? saya bilang kalau kau tak percaya datang saja buktikan sendiri, saya bilang begitu. Jadi waktu itu dia bilang, oh iya tunggu mi nanti saya jemput. Tapi besoknya dia baru datang jemput saya di kantor,” Ungkap IMS.

Pada akhirnya, SS menyewa kamar kos untuk IMS agar kehamilannya tidak tercium oleh orang tua IMS. Selama perjalanan mencari kamar kos, IMS mengaku diminta meminum obat yang ternyata untuk menggugurkan kandungannya.

Setelah berulangkali dipaksa mengkonsumsi obat tersebut, IMS mengaku ada gumpalan yang keluar dari alat vitalnya. Kandungannya pun gugur.

Setelah keguguran, IMS mengaku tetap tinggal di kamar kos tersebut dan SS rutin membayarkan sewa kos, termasuk uang bulanan, paling banyak Rp 300rb dalam sebulan.

Kondisi tersebut terus berlanjut hingga awal 2021. Setelah itu, SS lepas kontak sehingga IMS melaporkan SS ke polisi dengan alasan tak bertanggung jawab.

IMS mengaku sempat mencabut laporan polisi yang diadukannya pada Juni 2021. Dia mengaku dibawa pihak pengacara SS ke notaris untuk sepakat damai dan mencabut laporan.

IMS awalnya mengaku menolak mencabut laporan polisi, tapi dai akhirnya menandatangani kesepakatan damai dan mencabut laporan tersebut akrena sudah terdesak ancaman pengacara SS.

Selepas menandatangi kesepatakan damai di hadap notaris, IMS mengaku dibawa kembali ke kamar kos miliknya. Namun belakangan, informasi kasus yang dialami IMS diketahui oleh tantenya. Dalam informasi beredar itu, IMS justru disebut sebagai perebut lelaki orang.

Merasa difitnah dengan cerita tersebut, IMS kembali melaporkan SS ke Polda Sulsel pada Juni 2021. Dia mengaku mau membuktikan bahwa dia adalah korban, bukan pelakor.

Pria SS pelaku pihak terlapor belum memberikan konfirmasi terkait laporan IMS ke polisi. Sementara Pihak PPP Sulsel juga mengaku belum mendapatkan laporan dari PPP DPC Maros terkait laporan ini.

Imam juga mengaku baru tahu laporan IMS setelah sejumlah media mengkonfirmasi laporan tersebut. Dia mengaku akan segera melakukan pengecekan.