November 29, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Viral Anjing di Pulai Banyak Aceh Mati Usai Ditangkap, Satpol PP Buka Suara

BeritaIndo – Foto serta video disertai narasi soal seekor anjing yang mati setelah ditangkap untuk dipindahkan dari Pulau Banyak, Aceh Singkil, viral di media sosial. Satpol PP Aceh Singkil, yang melakukan proses penangkapan anjing tersebut, buka suara.

Cerita Soal anjing bernama Canon mati setelah ditangkap itu diunggah salah satu akun Instagram. Akun tersebut mengunggah sejumlah foto dan video terkait Canon.

Pemilik akun juga mengunggah video yang menunjukkan proses penangkapan Canon oleh Satpol PP. Dalam video itu, tampak ada sejumlah petugas Satpol PP yang memegang kayu dan berdiri mengelilingi Canon.

Satu orang diantaranya mengatahkan kayu ke rantai tempat Canon diikat. Anjing itu ditundukkan. Pemilik akun menyebut kejadian itu di Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Pemilik AKun menyebut anjing tersebut kemudian dimasukkan ke keranjang kecil, lalu dibawa pergi. Dia menyebut anjing itu tak bisa bernapas, lalu mati.

”Oh Tuhan aku disiksa sampai mati oleh orang-orang yang tadinya mau aku ajak bermain. Apa Salahku ? Mengapa menyiksaku sampai mati? Aku belum bertemu dengan Tuanku. Dia tidak tahu aku tangkap dan dibawa pergi, apalagi disiksa sampai mati. Seandainya dia ada disini pasti aku akan diselamatkannya,” Tulis pemilik akun menyertai foto dan video yang diunggahnya.

Kasatpol PP dan Wilayatul Hisbah setelah pihaknya menerima surat dari Camat terkait pemberlakuan wisata halal dikawasan Pulau Banyak. Dia mengatakan ada empat anggota Satpol PP yang berangkat ke Pulau Banyak untuk berkoordinasi dengan Muspika setempat.

Mereka kemudian bergerak ke sebuah resor tempat anjing itu dipelihara. Disana, katanya, anggota Satpol PP menangkap dua ekor anjing untuk dbawa ke daratan Aceh Singkil.

Ahmad mengatakan bangkai anjing tersebut telah dikuburkan setelah dirinya berkoordinasi dengan Sekda Aceh ISngkil. Dia mengatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh anjing yang mati tersebut.

Dia juga menjelaskan soal anggotanya yang memegang kayu dalam proses penangkapan. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mencegah gigitan dan menajga jarak dari anjing. Dia menyebut tindakan anggotanya telah sesusai prosedur.

Dia mengatakan anjing lain yang dibawa dari Pulau Banyak, Aceh Singkil, telah diambil pemiliknya. Dia menyebut Satpol PP banyak menerima laporan dari masyarakat, Dinas Pariwisata, serta camat setempat soal keberadaan anjing di Pulau Banyak.

”Saya juga keberatan kalau itu mati. Rencaman kami itu dibawa ke Singkil, kemudian diserahkan lagi ke pemiliknya. jadi tidak ada dibunuh, ngapain juga kita bunuh, binatang butuh hidup juga,” Lanjutnya.