October 21, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Universitas Kabul Nyaris Kosong Usai Aturan Taliban, Biksu Anti-Muslim Bebas

Universitas-universitas di Kabul nyaris kosong pada hari pertama tahun ajaran Afghanistan, seiring para dosen dan mahasiswa dihadapkan pada aturan baru Taliban yang membatasi ruang kelas.
Seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (7/9/2021), Taliban telah menjanjikan aturan yang lebih lunak daripada selama masa kekuasaan pertama mereka dari 1996-2001, ketika kebebasan perempuan di Afghanistan dibatasi secara tajam dan mereka dilarang mengenyam pendidikan tinggi.

Kali ini, kelompok Taliban mengatakan kaum perempuan akan diizinkan pergi ke universitas swasta di bawah rezim baru, tetapi mereka menghadapi pembatasan ketat soal pakaian dan gerakan mereka.

Taliban menyatakan bahwa kaum perempuan hanya dapat menghadiri kuliah jika mereka mengenakan abaya dan niqab serta dipisahkan dari pria.

Korea Selatan (Korsel) berhasil melakukan uji coba peluncuran rudal balistik kapal selam buatan dalam negeri. Uji coba dilakukan seiring negara itu berusaha memperkuat pasukannya untuk mempertahankan diri dari Korea Utara yang memiliki senjata nuklir.

Pyongyang telah lama berusaha mengembangkan teknologi rudal balistik yang diluncurkan kapal selam (SLBM), dan memamerkan empat perangkat semacam itu pada parade militer yang diawasi oleh pemimpin Kim Jong Un pada Januari lalu. Media pemerintah Korut, KCNA menyebutnya sebagai “senjata paling kuat di dunia”.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (7/9/2021), sumber militer Korsel seperti dikutip kantor berita Yonhap mengatakan, Badan Pengembangan Pertahanan Korea Selatan berhasil melakukan uji coba peluncuran SLBM dari kapal Dosan Anchangho milik Angkatan Laut Korea Selatan, yang berbobot tiga ribu ton pada tanggal 1 September lalu.Israel melancarkan serangan udara terhadap Jalur Gaza pada Senin (7/9) malam waktu setempat. Militer Israel menyebut serangan udara itu sebagai respons atas pengiriman balon-balon api ke wilayah Israel, yang diluncurkan dari Gaza dan telah memicu kebakaran.

Menyalahkan kelompok Hamas atas serangan balon api tersebut, militer Israel (IDF) mengatakan telah menargetkan sejumlah lokasi milik kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza.

“Semalam, jet-jet tempur IDF menyerang bengkel pembuatan roket Hamas, serta kompleks militer Hamas di Khan Yunis,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (7/9/2021).

“Serangan itu sebagai tanggapan terhadap Hamas yang meluncurkan balon-balon api ke wilayah Israel,” tambah pernyataan itu.- Arab Saudi Eksekusi Mati Warganya Atas Terorisme

Seorang pria Arab Saudi dieksekusi mati di kota Dammam pada Senin (6/9) waktu setempat atas dakwaan terorisme dan penyelundupan senjata.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (7/9/2021), dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan pria itu telah dinyatakan bersalah menjadi anggota sel teroris dan “menargetkan personel keamanan dengan menembaki mereka”.Kementerian menambahkan, dia juga didakwa “menyelundupkan senjata ke dalam dan ke luar negeri serta menjadi anggota sel teroris dengan tujuan mengganggu stabilitas keamanan nasional”.Junta Myanmar menyatakan telah membebaskan seorang biksu Buddha anti-Muslim yang dipenjara semasa pemerintahan Aung San Suu Kyi atas tuduhan penghasutan.

Ashin Wirathu – pernah dijuluki oleh majalah Time sebagai “Bin Laden Buddha” karena perannya dalam membangkitkan kebencian agama di Myanmar – dibebaskan setelah semua tuduhan terhadapnya dibatalkan. Demikian pernyataan junta militer Myanmar seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (7/9/2021).

Disebutkan bahwa biksu tersebut “menerima perawatan di rumah sakit militer”, tanpa memberikan rincian mengapa dia dirawat di rumah sakit.

Pria berusia 53 tahun itu telah lama dikenal karena retorika nasionalis anti-Islamnya, terutama terhadap komunitas Muslim Rohingya yang tidak memiliki kewarganegaraan.Universitas-universitas di Kabul nyaris kosong pada hari pertama tahun ajaran Afghanistan, seiring para dosen dan mahasiswa dihadapkan pada aturan baru Taliban yang membatasi ruang kelas.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (7/9/2021), Taliban telah menjanjikan aturan yang lebih lunak daripada selama masa kekuasaan pertama mereka dari 1996-2001, ketika kebebasan perempuan di Afghanistan dibatasi secara tajam dan mereka dilarang mengenyam pendidikan tinggi.

Kali ini, kelompok Taliban mengatakan kaum perempuan akan diizinkan pergi ke universitas swasta di bawah rezim baru, tetapi mereka menghadapi pembatasan ketat soal pakaian dan gerakan mereka.

Taliban menyatakan bahwa kaum perempuan hanya dapat menghadiri kuliah jika mereka mengenakan abaya dan niqab serta dipisahkan dari pria.