October 25, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Uni Eropa Buka Suara Soal Pandora Papers, Ini Yang Akan Dilakukan

BeritaIndo – Terkait hebohnya pengungkapan dalam Pandora Papers, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen pada Senin mengatakan, pihaknya harus berbuat lebih banyak untuk memerangi penghindaran pajak dan perencanaan pajak yang agresif.

Berbicara dalam kunjungan ke Helsinki, Finlandia, von der Leyen mengecam praktik yang terungkap dalam Pandora Papers, yang merinci bagaimana 35 pemimpin dunia, baik yang masih menjabat atau tidak, menggunakan perusahaan cangkang untuk menyimpan aset bernilai ratusan juta dolar.

”Penghindaran pajak dan perencanaan pajak yang agresif sama sekali tidak dapat diterima,” Kata von der Leyen.

”Kami memiliki beberapa standar transparansi pajak tertinggi di dunia di Uni Eropa, tetapi seperti yang kami lihat itu tidak cukup, diperlukan lebih banyak pekerjaan,” ujarnya.

Pandora Papers diperoleh international Cosortium of Investigative Journalists (ICIJ) dan dirilis dalam bentuk cerita oleh mitra media termasuk The Washington Post, BBC, dan The Guardion.

Meskipun memegang aset di luar negeri atau menggunakan perusahaan cangkang tidak ilegal di sebagian besar negara, pengungkapan di Pandora Papers membuat malup ara pemimpin yang telah mendorong langkah-langkah penghematan atau berkampanye melawan korupsi.

Salah satu yang dicatut namanya dalam Pandora Papers adalah mantan Komisaris Uni Eropa dan Menteri Malta John Dalli, yang dituduh tidak mengungkap perusahaan cangkang rahasia saat menjadi anggota parlemen.

Dalli, yang mengundurkan diri sebagai komisaris kesehatan Uni Eropa pada 2012 karena skandal suap, mengatakan perusahaan di Kepulauan Virgin Inggris itu tidak aktif, menurut media Malta.

Pada Senin, von der Leyen merujuk proposal Uni Eropa tentang penyalahgunaan perusahaan cangkang yang katanya akan jatuh tempo pada akhir tahun.