October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Tuksedo Studio Bali Jadi Jawaban Pencinta Kendaraan Klasik

Tuksedo Studio Bali Jadi Jawaban Pencinta Kendaraan Klasik

Jakarta – Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, mengapresiasi peningkatan progres Tuksedo Studio Bali sebagai salah satu pusat produksi berbagai kendaraan klasik di Indonesia.

“Mengusung ‘Welcome to the place where science and art break even’, kehadiran Tuksedo Studio Bali bisa menjadi jawaban bagi para pecinta kendaraan klasik untuk memiliki kendaraan klasik impiannya. Mereka mampu memproduksi dari nol, dari mulai menyiapkan sasis hingga body. Hasil pengerjaannya pun tidak kalah dibandingkan produk aslinya. Kesan elegannya tetap terasa, seperti memiliki kendaraan aslinya,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (11/9/21).

Saat kembali berkunjung ke Tuksedo Studio Bali di Kawasan Gianyar, Bali, hari ini, Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan, dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, Tuksedo Studio Bali juga dapat dijadikan sebagai sport tourism unggulan di Bali. Tentunya, banyak turis domestik hingga mancanegara yang penasaran ingin melihat seperti apa proses pembuatan kendaraan klasik yang dilakukan orang Indonesia.

“Salah satu karya ikonik Tuksedo Studio yang baru saja diperkenalkan adalah Porsche 356 Speedster, dengan dimensi ukuran wheelbase 2.1000 mm, panjang 3.870mm lebar 152.4mm serta tinggi 1.220mm. Dibentuk dari tempaan aluminium setebal 1,5- 2.5mm. Basic mesin memakai kepunyaan Volkswagen 1.300CC dan Mercedes-Benz 300 SL Gullwing tahun 1957 yang harganya di pasaran dunia mencapai dua juta dolar AS atau hampir Rp 30 miliar. Di Tuksedo Studio Bali, harganya tidak sampai sepersepuluhnya,” tambah Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, berbagai kendaraan klasik yang sudah diproduksi Tuksedo Studio Bali antara lain, Porsche 356 Speedster (1957), Porsche 356 A Coupe (1955-1959), Porsche 550 Spyder (1953-1956), Mercedes Benz 300 SL Gullwing (1954 1957). Kemudian Toyota 2000 GT 1968 (1967-1970), Jaguar XK 120 (1948-1954), Ferrari 250 GTO (1962-1964), hingga Maserati 450S (1956-1958).

“Tuksedo Studio Bali juga menjadi tempat bagi para anak-anak muda untuk belajar membuat kendaraan dari nol. Dimulai dari tahap 3D design, rekonstruksi rangka, dan memasang plat alumunium berbobot ringan, hingga tidak melupakan pembangunan aspek estetika dan ergonomi mobil. Melalui Tuksedo Studio Bali, membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia juga bisa meramaikan dunia produksi mobil klasik, yang kini juga sedang digandrungi oleh builder dari berbagai negara,” pungkas Bamsoet.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Owner Tuksedo Studio Bali Puji Handoko dan Lili Mardianto serta General Marketing Tuksedo Studio Bali Djoko Iman Santoso. Hadir pula pengurus IMI Pusat, antara lain Sekretaris Jenderal dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, Hubungan Antar Lembaga Andrys Ronaldi, serta Komisi Sosial George Alexander dan Aris Birawa.