October 28, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Terpidana Korupsi Eks Panitera PN Tangerang Gugat UU Tipikor ke MK

BeritaIndo – Terpidana Korupsi Tuti Atika menggugat UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Selaku mantan Panitera Pengganti (PP) Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, ia tidak terima disamakan dengan hakim sehinggah ukumannya dirasakan sama berat dengan hakim Wahyu Widya Nurfitri.

Kasus bermula saat KPK melakukan OTT terhadap Wahyu Widya pada 2018. Tuti juga diamankan dalam kasus ini. Singkat Cerita, Keduanya diadili dan diputuskan telah melakukan korupsi karena menerima uang dari pihak berperkara.

Akibatnya perbuatannya, Wahyu Widya dihukum 5 tahun penjara dan Tuti selama 4 tahun penjara. Vonis itu dibawah tuntutan jaksa KPK yang menuntut Wahyu Widya selama 8 tahun penjara dan Tuti selama 4 tahun penjara. Hukuman itu tidak berubah, baik ditingkat banding dan kasasi maupun PK.

Belakangan, Tuti tidak terima dan menggugat ke MK. Ia tidak teirma atas apa yang dialaminya.

”Menyatakan ketentuan Pasal 12 huruf c UU Tipikor bertentangan dengan UUD 1945 sepanjang diberlakukan kepada bawahan/ anak buah yang hanya diperintah atasan atau pejabat yang sah dan berwenang, karena bisa saja terjadi kepada pembantu rumah tangga, maupun sopir dari pelaku korupsi,” demikian bunyi petitum Tuti.

Tuti meminta Pasal 12 huruf c hanya diberlakukan untuk pelaku utama tindak pidana korupsi. Sebab, di birokrasi manapun, kata Tuti, seorang bahawan tidak berani menolak perintah atasannya.

”Menyatakan pemohon tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana. Membebaskan pemohon dari segala hukuman,” Ujarnya.

Tuti merasa hukuamannya makin sangat berat. Dimana ia mendapatkan surat pemecatan pada 22 Desember 2019, tetapi diminta mengembalikan gaji yagn diterima sejak Maret 2019 sebesar Rp 25 juta.

”Akibat diberhentikan tidak dengan hirmat, pemohon tidak memperoleh hak pensiun. Padahal, masa kerja lebih dari 31 tahun. Dan kamipun sangat membutuhkan untuk biaya pendidikan sekolah, karena suami pemohon sudah sangat lama penisun,” ucapnya.