January 28, 2022

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Teroris Abu Harun Penyerang Brimob di Maluku Divonis Penjara Seumur Hidup

BeritaIndo – Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan hukuman penajra seumur hidup kepada Arip Uharta alias Abu Harun dalam kasus terorisme. Abu Harun terbukti melakukan penyerangan dan menghabisi nyawa tujuh orang, dengan lima di antaranya anggota Brimob di Desa Loki, Maluku, pada 2005.

Kasus bermula saat dilakukan penyerangan pos Brimob itu dilakukan Abu Harun dibantu temannya, yaitu Iklhas, Mukhlis, Andi, Jodi, Asep, Kisman, dan Abdullah Umamiti. Penyerangan dilakukan pada 16 Mei 2005 dini hari. Mereka menyerang menggunakan senjata M16, MK3, Senjata SKS, AK, Karabin, dan amunisinya.

Berikut ini daftar nama yang meninggal dalam kejahatan biadab itu :

  1. Brigadir Rony Susanto, mengalami luka tembak di kepala
  2. Briptu Slamet Riyanto, mengalami luka tembak di kepala
  3. Briptu Hasanuddin, mengalami luka tembak di kepala
  4. Brigadir Teguh Budi Aprianto, mengalami luka tembak di kepala
  5. Bharada Azwan Manik Anggota Satbarmobda Polda Kaltim, mengalami luka di Kepala
  6. Bripda Kasman, mengalami luka tembak di punggung
  7. Simon Petrus Sair Paly, Mmengalami luka tembak di pipi, dada, dan lengan

Butuh waktu 15 tahun untuk menangkap Abu Harun dan dia mulai dijebloskan ke penjara sejak 30 Oktober 2020. Di Persidangan, Abu Harun dituntut penjara seumur hidup.

”Menjatuhkan pidana pidana kepada terdakwa Arip Uhrata alias La Ati alias Otis alias Nur Sholihin alias Abu Harus alias Mangge alias Black alias arifin Ahmad alias Papa Tima bin La Kampio dengan pidana penjara seumur hidup dengan perintak terdakwa tetap berada dalam tahanan,” demikian bunyi putusan PN Jaktim.

Dalam putusan yang diketok pada 3 November 2021 itu, Majelis menilai tidak ada hal yang meringankan Abu Harun dalam kasus terorisme ini. Seperti kejahatan Abu Harus beserta pelaku lainnya merupakan perbuatan yang sangat keji, sehingga mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia diaman lima di antaranya anggota Brimon dan satu orang mengalami luka tembak pada bagian lengan. Selain itu, perbuatan tersebut menimbulkan kerusakan fasilitas milik negara, yaitu pos jaga Brimob di Loki.

”Perbautan terdakwa dan pelaku lainnya telah meninggalkan luka dan duka yang mendalam bagi keluarga korban yang meninggal dunia dan meninggalkan trauma bagi korban yang luka. Perbuatan warga Loki, Ambon,” Ucap Majelis.