Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Ternyata China Melakukan Lockdown Secara Diam-diam

BeritaIndo – Otoritas China menerapkan lockdown terhadap sebuah area di dekat ibu kota Beijing pada pekan ini. Hal ini dilakukan menyusul terdeteksinya sejumlah kasus virus Corona (Covid-19).

Namun, Lockdown yang diberlakukan hanya sepekan menjelang Olimpiade Musim Dingin ini dilakukan secara diam-diam atau tidak diumumkan ke publik. Sekitar 1,2 juta orang yang tinggal di Area Baru Xiong’an tidak lagi diperbolehkan masuk atau keluar kompleks permukiman mereka mulai pekan ini. Area Baru Xiong’an diketahui merupakan zona ekonomi baru yang berjarak 100 kilometer sebelah barat daya Beijing.

Sementara Lockdown di Xiong’an tampaknya diberlakukan secara diam-diam tanpa pengumuman publik. Hal tersebut lantas memicu kebingungan dikalangan warga setempat.

Seorang staf pencegah virus di Xiong County mengatakan alockdown diperkirakan akan berlangsung selama satu minggu. Namun dia mengatakan tidak mengetahui waktu pasti dari aturan pembatasan ini.

”Kita memperkirakan ini akan berlangsung sekitar seminggu, namun waktu pastinya tidak diketahui secara pasti,” ucap seorang staf pencegah virus di Xiong County.

Penerapan lockdown dimulai sejak (25/1) waktu setempat, atau hari yang sama ketika otoritas setempat melaporkan terdeteksi liam kasus baru Corona. Dengan Olimpiade Musim Dingin dimulai pekan depan, otoritas China berjuang memberantas gejolak Pandemi di kota-kota besar termasuk Beijing.

Kota-kota seperti Xi’an dan Anyang menghadapi lockdown ketat dalam beberapa pekan terakhir, dengan warga terjebak di rumah masing-masing dan harus menjalani tes Corona beberapa kali sebelum wabah berhasil ditekan.

Sejumlah pengguna Weibo terlihat meminta informasi lebih lanjut soal lockdown tersebut, sedangkan yang lain mempertanyakan sejauh mana langkah itu diberlakukan.

China yang menjadi lokasi kemunculan pertama virus Corona, telah menegakkan strategi nol-Covid sejak awal lockdown, yang mencakup pembatasan perbatasan ketat dan tes massal. Jumlah kasus Corona di negara ini tergolong lebih sedikit dibandingkan negara-negara lainnya.

Lockdown selama sebulan di kota Xi’an baru dicabut awal pekan ini setelah klaster penularan yang memicu lebih dari 2.100 kasus yang sebagian besar telah diberantas. Namun gejolak pandemi terus berlanjut, termasuk di Beijing dan Kota pelabuhan Tianjin.