October 24, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Terkuak Uang Damai di Balik Anggota Dewa Perkosa Rekan Partai

BeritaIndo – Oknum anggota DPRD Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Inisial SS (36) dilaporkan ke polisi atas dugaan memperkosa rekan separtai, wanita IMS (25). terungkap SS disebut sudah membayar uang damai senilai Rp 80 Juta kepada korban.

Polisi masih menyelidiki laporan itu.” Benar ada laporannya,” Kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat dimintai konfirmasi.

Zulpan mengatakan, laporan polisi tersebut kini tengah di proses oleh PPA Ditreskrimum Polda Sulsel. Dia menyebut pemanggilan sejumlah saksi telah dilakukan meski belum membeberkan siapa saja saksi tersebut.

Sementara itu, pelapor IMS mengaku jadi kader Muda PPP Maros sejak 2018 sehingga memang mengenal terlapor. Selanjutnya dia menyebut kejadian bermula pada Desember 2019, IMS yang saat itu juga berstatus marketing di perusahaan trading menawarkan terlapor untuk berinvestasi Rp 50 Juta.

IMS menyebut terlapor SS memang telah sepakat berinvestasi Rp 50 juta sehingga memintanya datang ke hotel. Dia mengaku tak menaruh curiga.

IMS mengaku sempat meminta bertemu di lobi hotel saja, namun terlapor SS ternayta tak sepakat sebab statusnya yang anggota dewa tak memungkinkan dia bertransaksi di tempat terbuka.

Pak Aji bilang saya malu ketemu di luar, apa juga nanti orang bilang kalau saya kasi uang banyak di lobi, ngak apa-apa nanti di kamar, terus saya bilang iya, tanpa berpikir macam-macam,” katanya.

Saat tiba di kamar, IMS mengaku langsung menginstal aplikasi trading di handphone terlapor dan menjelaskan hal-hal terkait dana investasi terlapor. Sekitar 15 menit kemudian, IMS mengaku justru mendapat kekerasan seksual dari SS.

Setelah kejadian itu, IMS mengaku pulang dengan tangan kosong karena terlapor ternyata tak memiliki uang Rp 50 juta seperti yang dia janjikan.

Sebulan kemudian, yakni pada Januari 2020, barulah SS mengabari korban bahwa uang investasi yang dia janjikan telah siap. Namun sebelum memberikan uang itu, SS kembali meminta berhubungan badan dengan korban.

IMS mengaku terpaksa menuruti kemauan terlapor sehingga keduanya bertemu di hotel di Jalan Sam Raulangi, Kota Makassar. IMS mengaku merasa rugi berkali-kali jika tak berhasil mendapatkan uang investasi Rp 50 juta tersebut, terutama karena dia telah mengabari atasannya.

IMS mengatakan terlapor juga pernah mendatangi ruamhnya di Makassar sehingga dia merasa takut bila perbuatan terlapor diketahui oleh orang tuanya. Oleh sebab itu, korban meminta berbicara dengan terlapor di tempat lain, namun korban justru dibawa ke rumah kosong milik terlapor di  Maros.

Setelah tiga kali berhubungan badan dengan terlapor, IMS kemudian hamil pada April 2020. Namun dia dipaksa menggugurkan kandungannya oleh terlapor.

Setelah berulang kali dipaksa mengkonsumsi obat tersebut, IMS mengaku ada gumpalan yang keluar dari alat vitalnya. Kandungannya pun gugur.

Setelah keguguran, IMS mengaku tetap tinggal di kamar kos tersebut dan SS rutin membayarkan sewa kos, termasuk uang bulanan, paling banyak Rp 300 ribu dalam sebulan.

Kondisi tersebut terus berlanjut hingga awal 2021. Setelah itu , SS lepas kontak sehingga IMS melaporkan SS ke polisi dengan alasan tak bertanggung jawab.

IMS mengaku sempat mencabut laporan polisi yang diadukannya pada Juni 2021. Dia mengaku dibawa pihak pengacara SS ke notaris untuk sepakat damai dan mencabut laporan.

IMS awalnya mengaku menolak mencabut laporan polisi, tapi dia akhirnya menandatangani kesepakatan damai dan mencabut laporan tersebut karena sudah terdesak ancaman pengacara SS.

Namun belakangan, informasi kasus yang di alami IMS diketahui oleh tantenya. Dalam informasi beredar itu, IMS justru disebut sebagai perebut lelaki orang. Merasa di fitnah dengan cerita tersebut, IMS kembali melaporkan SS ke Polda Sulsel Pada Juni 2021. Dia mengaku mau membuktikan bahwa dia adalah korban, bukan pelakor.

Zulpan menambahkan polisi juga telah melakukan pemeriksaan tersendiri terhadap IMS, yang mengaku sebagai korban. Nantinya SS selaku terlapor juga akan diperiksa. Namun Zulpan belum mengungkapkan lebih jauh terkait jadwal pemeriksaan SS.

Hasmin mengaku mengetahui hal tersebut karena kasus ini sudah lama bergulir, dan dipihak partai sudah melakukan klarifikasi terhadap SS. Namun belakangan kasus ini mencuat lagi sehingga hasmin mengaku bingung.