November 29, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Terduga Teroris di Jatim Kirim Senpi M16 Hingga Gelar Latihan Militer

BeritaIndo – Detasemen Khusus (Densus)88 Antiteror Polisi menangkap lima tersangka teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di sejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim) hari ini. Salah satu tersangka teroris berinisial BA berperan mengirim paket senjata api (senpi) berisi M16.

”Keterkaitannya tadi malam rangka ada yang ngirim senjata api M16,” Ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (9/11/2021).

Dalam rangkaian penangkapan ini, ada lima tersangka teroris yang ditangkap. Mereka berinisial BA, AJ, AN, RH, alias AH, dan MA.

Lebih lanjut Ramadhan mengatakan ada juga tersangka teroris yang bertugas sebagai instruktur pelatihan militer. Orang tersebut adalah AJ, yang ditangkap Densus di Gresik.

Sementara itu, ketiga tersangka teroris JI lainnya memiliki peran yang berbeda. Ada yang berperan sebagai koordinator pelarian sesama tersangka teroris hingga menjadi koordinator JI di daerah.

Adapun Densus masih mendalami apakah kelima tersangka teroris JI yang ditangkap di Jatim juga melakukan penggalangan dana. Pasalnya, tidak ditemukan kotak amal yang disebar teroris JI di Jatim, seperti yang dilakukan kader lain di Lampung.

”Untuk di Jawa Timur kita masih menggali belum kami menemukan kotak-kotak amal di Jawa Timur. Tapi itu kami akan lakukan itu pendalaman, dan apakah ada pola penggalangan dana juga. Sejauh ini belum ditemukan,” Imbuh Ramadhan.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap dua tersangak teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Jawa Timur (Jatim). Keduanya ditangkap hari ini di Kediri dan Sumenep.

”Telah ditangkap AN di Kecamatan Pare, Kediri, dan MA di Sumenep tadi siang sekitar pukul 11:32 WIB,” ujar Ahmad Ramadhan sebelumnya.

Ramadhan mengungkapkan AN, yang ditangkap Densus di Kediri, terlibat dalam sejumlah aksi tindak pidana terorisme. AN menjadi fasilitator pelarian tersangka teroris lain yang sudah ditangkap sebelumnya.

”Keterlibatan AN, fasilitator pengamanan madlubin (pelarian) atas nama J ( ditangkap)dan IR ditangkap ke Jambi. Berdasarkan keterangan AF, AN masuk dalam bidang FKPP. AN menjabat sebagai pengasuh di LPDU ( Lembaga Pemberdayaan Dana Umat ) Baitul Hikmah Kediri terkoneksi CDR dengan A alias H (sudah ditangkap),” Tuturnya.