Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Teleponan dengan Biden Bahas Invasi Rusia, Xi Jinping Bicara soal Perdamaian

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara dengan Presiden China Xi Jinping lewat sambungan telepon membahas invasi Rusia ke Ukraina. Xi sempat mengatakan hubungan antarnegara tidak boleh sampai masuk permusuhan militer.

Perbincangan kedua pemimpin negara itu berlangsung selama 1,5 jam. Biden secara terang-terangan meminta kepada Xi ntuk ikut menekan Rusia berkaitan dengan invasinya ke Ukraina.

Xi kemudian bicara soal perang bukan keinginan siapapun. Dia juga mengatakan permusuhan militer bukan jalan keluar dalam hubungan antar negara.

Xi Jinping mengatakan China dan Amerika Serikat harus memikul tanggung jawab internasional akibat invasi tersebut. Dia menilai perdamaian adalah harta paling berharga untuk dunia internasional.

Xi tidak secara gamblang menyatakan sikap soal invasi Rusia ke Ukraina. Dia juga tidak menyatakan kesediaannya untuk membantu menekan Rusia.

Biden menghubungi Xi lewat panggilan telepon dan meminta China bergabung dengan AS dan Eropa menekan Rusia atas Invasi ke Ukraina. Biden sempat memperingatkan China ada biaya yang harus dibayar jika China mendukung Rusia.

Percakapan berisiko tinggi tersebut akan menjadi kesempatan bagi Biden untuk mencoba dan membujuk Xi Jinping untuk melepaskan gagasan menyelamatkan Rusia dari efek Sanksi Barat atau bahkan mengirim bantuan militer untuk serangan Rusia terhadap Ukraina.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman mengatakan kepada CNN pada Hari Jumat bahwa China harus keluar dari bergabung dengan Barat melawan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia menyebut masa depan China adalah bersama Amerika dan Eropa, bukan Putin.

”China harus memahami bahwa masa depan mereka adalah dengan Amerika Serikat, dengan Eropa, dengan negara-negara maju dan berkembang lainnya di seluruh dunia. Masa depan mereka tidak berdiri dengan Vladimir Putin,” Katanya.