January 28, 2022

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Teka-Teki Nasi Goreng di Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

BeritaIndo – Fakta baru kembali muncul berkaitan dengan kasus pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang. Ada misteri ‘nasi goreng’yang digali saat memeriksa Yosep, suami sekaligus ayah korban.

Soal nasi goreng ini diungkapkan Rohman Hidayat kuasa hukum dari Yosep. Diketahui, Yosep diperiksa penyidik Polda Jabar pada Kamis (25/11) kemarin selama seharian.

”Jadi kemarin penyidik menunjukkan satu foto meja makan. Ada nasi goreng di piring, terus ada aluminium foil berisi makanan. Ngak jelas makanannya, tapi yang jelas ada nasi goreng di piring,” Ucap Rohman saat dihubungi, Jumat (26/11/2021).

Rohman mengatakan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum kemudian menanyakan hal itu kepada Yosep. Menurutnya, Yosep ditanya berkaitan saat dirinya pergi meninggalkan rumah untuk pergi ke istri keduanya, Mimin.

”Terus ditanyakan ke Pak Yosep, Pak Yosep prenah nggak waktu berangkat tanggal 17 malam ke rumah Bu Mimin melihat enggak nasi goreng ini? Pak Yosep menjawab saya tidak melihat. Terus bilang kalau melihat nasi goreng di rumah ya saya pasti dirumah, gak mungkin saya bikin nasi goreng di rumah bu Mimin, kata dia gitu,” Tutur Rohman.

Rohman mengatakan dalam foto yang disampaikan oleh penyidik, nasi goreng tersebut sudah ada di dalam piring. Sementara mangkok berisi makanan sudah di buka.

”Nggak tahu ini makanan terakhir korban atau seperti apa. Kita nggak tahu. Yang jelas itu ditanyakan ke Pak Yosep dan Pak Yosep menjawab itu tidak ada makanan di meja makan saat dia pergi,” Kata dia.

Sebelumnya, warga Kabupaten Subang digegerkan dengan temuan mayat ibu dan anak bersimbah darah di dalam bagasi mobil. Polisi memastikan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Dua jasad ibu dan anak itu ditemukan di bagasi mobil Jenis ALphard di. Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, kabupaten Subang pada Rabu (18/8). Identitas keduanya diketahui merupakan Tuti (55) dan anaknya Amelia Mustika Ratu (23).

Kasus itu kemudian ditarik oleh Polda Jabar. Sejak ditarik, Polda Jabar Marathon melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Kemarin, selain Yosep ada juga Yoris anak pertama korban dan Muhammad Ramdanu alias Danu kerabat korban yang diperiksa.