November 29, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Tangis Ayah Pencuri Ponsel Demi Anak Belajar Saat Dibebaskan Jaksa

BeritaIndo – Comara Saeful (41) sempat dibui karena mencuri telepon genggam atau ponsel. Dia beralasan aksinya itu demi anak bisa belajar daring. Comara menangis haru saat dibebaskan dari penajra oleh pihak Kejari Garut.

Menggunakan mobil tahanan kejaksaan, Comara datang ke Kejari Garut, Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (10/11/2021) siang. Saat kelaur dari mobil, dia tak menyangka sudah disambut perangkat desa dan sejumlah kerabat di sana.

Sambil gemetar, Comara langsung menghampiri Kasi Pidum Kejari Garut Ariyanto dan bersalaman dengannya. Tangis Comara kemudian pecah saat menyalami orang-orang yang menyambutnya.

Dengan air mata yang masih membasahi wajah keriputnya, Comara kemudian bersujud syukur di halaman Mako Kajari Garut. ”Maafkan saya,” Kata Comara saat dirangkul perangkat desa.

Dia terpaksa menjadi pesakitan dan meringkuk di sel tahanan usai mencuri satu unit ponsel di kantor Desa Sakawayana, Kecamatan Malangbong, Garut, September 2021.

Kisah itu bermula saat Comara yang kelaparan meminta beras kepada perangkat desa. Dia kemudian diberi beras saat itu. Namun, saat hendak pulang, Comara malah mengambil sebuah telepon genggamm yang ada di sana.

Sang pemilik kemudian melaporkan kehilangan ponsel itu ke polisi. setelah diselidiki dan ditemukan pelakunya, Comara kemudian diamankan. Kepada polisi, dia mengakui perbuatannya.

Usut punya usut, Comara ternyata nekat mencuri HP demi anaknya. Seorang anaknya yang duduk di bangku kelas 6 SD  membutuhkan ponsel untuk belajar online. Lantaran tak memiliki biaya, Comara akhirnay nekat mencuri.

Setelah diperiksa polisi dan berkas penyelidikannya selesai, perkara itu kemudian di limpahkan ke kejaksaan hari Jumat (5/11) lalu. Pihak jaksa saat itu kemudian berinisiatif menerapkan resorative justice kepada tersangka setelah mendegar kronologis kejadianya.

Restorative justice akhirnay bisa dikabulkan hari ini oleh Kejari Garut setelah mendapat persetujuan dari Kejagung dan Kejati.

”Tadi kami ekpose dulu di Kejagung dan sudah berkoordinasi dengan Kejati. Kita paparkan alasannya,” Kata Kejari Garut Neva Sari Susanti.