October 28, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Taliban Tegaskan Tak Ada Al-Qaeda dan ISIS di Afghanistan

BeritaIndo – Kelompok Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan menegaskan tidak ada bukti keberadaan militan Islamic State of Iraq and Syria ataupun Al-Aqeda dinegara tersebut. Penegasan ini disampaikan beberapa hari setelah kelompok ISIS cabang Afghanistan yang dikenal sebagai ISIS-Khorasan mengklaim mendalangi rentetan serangan bom di Kota Jalalabad.

Sejak menggulingkan pemerintahan Afghanistan yang didukung Barat dan mengambil alih kekuasaan bulan lalu, Taliban menghadapi tekanan dari komunitas internasional untuk melepaskan hubungan dengan Al-Qaeda.

Pada saat yang sama, Taliban harus berurusan dengan serentetan serangan di Afghanistan yang diklaim oleh ISIS. Taliban dan ISIS diketahui terlibat konflik selama bertahun-tahun karena perselisihan ekonomi dan ideologi.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menolak tuduhan yang menyebut Al-Qaeda mempertahankan kehadirannya di Afghanistan. Dia berulang kali menegaskan tidak ada serangan terhadap negara ketiga dari gerakan militan di Afghanistan.

”Kami tidak melihat siapapun di Afghanistan yang memiliki keterkaitan dengan Al-Qaeda,” Tegas Mujahid.

Taliban digulingkan dari kekuasaan oleh pasukan pimpinan AS tahun 2001, setelah menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda uang dianggap bertanggung jawab atas serangan 11 September 2001. Taliban kembali ke Kabul lalu setelah AS mengumumkan penarikan tentaranya dan pemerintah serta militer Afghanistan kolaps.

Sementara kelompok Afiliasi ISIS di Afghanistan, atau yang dikenal ISIS Khorasan, pertama muncul di wilayah Afghanistan bagian timur tahun 2014 dan belakangan menyebar luas ke wilayah lain, khususnya utara negara itu.

ISIS-K diketahui bertempur melawan pasukan asing pimpinan as di Afghanistan dan melawan Taliban, demi menguasai rute penyelundupan sambil berupaya membangun kekhalifan global.

Kelompok ini mengklaim bertanggung jawab atas rentetan serangan bom di Kota Jalalabad, Afghanistan bagian timur, pada akhir pekan. Mereka juga mengklaim telah mendalangi serangan bom bunuh diri di gerbang Bandara Kabul Bulan lalu, yang menewaskan lebih dari 100 orang termasuk 13 tentara AS.