October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Taliban Parade Pamer Senjata Militer AS yang Dirampas

BeritaIndo – Para Petempur Taliban menggelar parade di jalanan kandahar untuk sekali lagi merayakan kepergian tentara asing, termasuk Amerika Serikat (AS), dari Afghanistan. Dalam parade itu, mereka memamerkan persenjataan dan perlengkapan militer yang dirampas dari Militer AS.

Sebuah helikopter Black Hawk terbang berputar-putar di langit kota Kandahar, Afghanistan bagian selatan, pada Rabu ( 1/9) waktu setmpat. Para petempur Taliban di bawahnya duduk dan berdiri di atas kendaraan militer Humvee yang dijarah dari AS.

Konvoi panjang kendaraan lapis baja melaju di ruas jalanan menuju kota Kandahar, Kota terbesar kedua di Afghanistan, saat masih bertugas di Afghanistan, sedangkan yang lain memanjat ke atas kendaraan-kendaraan militer saat parade digelar di Ayno Maina, pinggiran Kandahar.

Diantara persenjataan yang ditenteng petempur Taliban dalam parade terdapat senapan M16 buatan AS. Sejumlah kendaraan militer yang ikut parade itu tampak dipasangi persenjataan berat dan senapa mesin.

Setidaknya sebuah helikopter Black Hawk mengudara di atas konvoi tersebut, yang mengindikasikan bahwa seorang bekas tentara Afghanisan mungkin menerbangkannya mengingat Taliban tidak memiliki pilot yang memenuhi syarat untuk menerbangkan helikopter canggih AS itu.

Kandahar yang merupakan jantung etnis Pashtun, merupakan tanah kelahiran dan menjadi lokasi di mana kelompok garis keras ini mulai menguasai Afghanistan tahun 1996 silam. Tahun 2001 saat pasukan pimpinan AS melakukan invasi,  Taliban telah menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan.

Sementara itu di Lapangan Kriket Kandahar, ratusan orang berkumpul untuk mendengarkan pidato yang memuji Taliban setelah kelompok itu sukses mengambil alih kekuasaan bulan lalu. Para Tokoh Ketua masyarakat setempat duduk di area istirahat pemain, sedangkan yang lainnya duduk di atas rumput.

Para petempur bersenjata yang memakai seragam militer tanpa berdiri di depan kerumunan warga. ”Musuh bersama kita yang bersumpah membawa kemakmuran ekonomi di tanah kita telah gagal melakukannya. Mereka mengklaim membawa sistem yang beradab. Pergi dan lihatlah di bandara dimana semua pesawat ditinggalkan begitu saja,” Ucap seorang perekrut Taliban.

Pemimpin tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada, diketahui tinggal di Kandahar meski keberadaannya selalu misterius. Dia sempat dikabarkan akan hadir pada Rabu (1/9) waktu setempat, namun ternyata tidak muncul dan akhirnya sang gubernur baru kota tersebut yang berpidato.