October 21, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Taliban Kian Kontroversi : Vonis Potong Tangan-Gantung Mayat Penculik

BeritaIndo – Taliban dikenal dengan kelompok ekstremis islam yang menegakkan kebijakan-kebijakan kontroversial di Afghanistan. Baru-baru ini Taliban menegaskan akan tetap memberlakukan hukuman berat, seperti potong tangan hingga eksekusi mati di masa pendudukannya di Afghanistan sejak 15 Agustus lalu.

Penerapan hukum kontroversial di Afghanistan disampaikan oleh Mullah Nooruddin Turabi, yang merupakan salah satu pendiri Taliban dan pernah menjabat kepala penegakan hukum Islam saat di Taliban berkuasa di Afghanistan dua dekade lalu.

Turabi yang kini berusia 60-an tahun, menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan memimpin departemen yang disebut Kementerian Penyebaran Kebijakan dan Pencegahan Kejahatan, atau yang secara efektif merupakan polisi Syariah atau polisi moral saat Taliban berkuasa sebelumnya.

Dalam wawancara dengan Associated Press, Turabi memperingatkan dunia untuk tidak mencampuri Taliban yang menjadi penguasa baru Afghanistan. ”Tidak ada yang memberitahu kami seperti apa hukum kami seharusnya. Kami akan mengikuti Islam dan membuat hukum kami berdasarkan Quran,” Tegasnya.

Turabi menegaskan bahwa para hakim, termasuk hakim wanita, akan mengadili kasus-kasusnya. Pondasi hukum Afghanistan, sebut Turabi, tetap Quran. DIa menegaskan hukuman yang sama dan diterapkan kembali.

Kendai demikian, Turabi menyatakan bahwa kabined pemerintahan Taliban masih mempelajari apakah hukuman semacam itu akan dilakukan di depan umum seperti di masa lalu. Turabi juga menyatakan pemerintahan Taliban akan mengembangkan sebuah kebijakan.