October 24, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Tabungan Rp 5,8 M Raib, Nasabat Bank BUMN Di Kudus Lapor ke Polda Jateng

BeritaIndo – Seorang nasabah yang mengaku kehilangan uang tabungan di sebuah bank BUMN di Kabupaten Kudus senilai Rp 5,8 miliar melapor ke Polda Jawa Tengah. Sebelumnya, nasabah bernama Moch Imam Rofi’l itu juga melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Kudus.

Nasabah warga Kecamatan Jati, Kudus, itu melakukan laporan ke Polda Jateng bersama kuasa hukumnya. Musafak. Menurut Musafak, pihaknya pada 2 Juni 2021 lalu sudah melakukan pengaduan dan hari ini diterima penyidik menjadi laporan.

”Sebelumnya sudah dilakukan pengaduan oleh klien kita. Menurut penyidik sudah bisa dinaikkan menjadi LP (Laporan),” Kata Musafak saat dihubungi.

Proses pelaporan di Mapolda Jateng baru rampung sekitar pukul 18:00 WIB. Laporan sudah tercatat dengan nomor STTLP/187/X/2021/JATENG/SPKT.

Ia menjelaskan gugatan sudah dilayangkan ke pihak bank dan pengaduan juga sudah dilakukan ke OJK hingga Bank Indonesia. Karena belum ada Respons dari bank yang bersangkutan maka dilakukan pelaporan ke kepolisian.

Laporan yang dilakukan berkaitan dengan dugaan penipuan, dugaan pencucian uang, hingga pemalsuan dokumen. Musafak menjelaskan gugaan juga sudah berproses da nsidang perdana gugatan di Pengadilan Negeri Kudus akan digelar.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan saat ini laporan sudah diterima dan ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah.

Diberitakan sebelumnya, Imam mengaku kehilangan uangnya di salah satu bank BUMN mencapai Rp 5,8 miliar. Dugaan pembobolan uang tersebut diketahui pada 31 Mei 2021 lalu. Awalnya Imam akan mengambil Rp 20 juta di bank Cabang Karanganyar Kabupaten Demak. Namun saat itu kartu ATM-nya terblokir.

Imam lalu diminta untuk mengganti akrtu ATM baru oleh pihak bank. Setelah diganti dengan ATM baru, Imam mengambil uang senilai Rp 20 juta. Saat itu diketahui saldonya tersisa Rp 128,68 juta, Padahal seharunya ada saldo Rp 5,95 Miliar.

”Klien kami mengadukan pengecekan saldo dibuku tabungan ternyata hanya tersisa Rp 128,68 juta. Padahal seharusnya saldo tersisa ada Rp 5,95 miliar,” Kata Musafak.