November 29, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Sembari Menunduk, Pria yang Bunuh Adik Ipar Gara-gara Sampah Plastik : Saya Harap Tidak Dihukum Mati

BeritaIndo – Sebanyak 19 adegan pembunuhan dipergerakan oleh Husnan (45). Pengasah pisau jagal itu membunuh adik iparnya Fitriah (43) yang merupakan warga Gubuk Mamben, Kelurahan Pagesangan Barat, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Usai Rekonstruksi, tersangka mengaku sangat menyesal.

”Saya menyesal, setelah saya melakukannya, rasa menyesal itu datang ketika saya lari ke rumah dan taruh pisau, Waktu kejadian saya terbakar emosi,” Kata Husnan.

Dia berharap dirinya tidak dijatuhi hukuman mati.

”Saya berharap diringankan, tidak di hukum mati, itu saja, tidak dihukum mati, menyesal saya,” Katanya sambil menunduk dalam dalam.

Husnan juga mengaku berusaha mendekatkan diri pada Tuhan dan bertobat atas kesalahannya. Husnan tampak menjalani reka ulang pembunuhan dengan tenang, Selasa. Aparat kepolisian memang sengaja melaksanakan rekonstruksi di Polres Kota Mataram.

Karena alasan keamanan, reka ulang tidak dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) di Gubuk Mamben. Husnan memeragakan kembali kejadian pada Senin (20/9/2021) sebelum membunuh adik iparnya.

Ketika itu Husnan Marah karena ada sampah gelas plastik yang masuk ke pekarangannya. Adegan pertama dalam rekonstruksi, tampak Husnan memaki maki korban Fitriah yang berujung cekcok.

Akhirnya Selasa (21/9/2021) Dini hari, Husnan masih menyimpan amarah akhirnay mengambil pisau dari dalam lemarinya. Pisau itu biasa di gunakan untuk memperbaiki lubang pintu jika ada warga yang meminta bantuannya memperbaiki pintu rumah.

Pelaku lalu menuju rumah korban yang berada persis disebelah rumahnya. Dia sempat mengintip dari jendela bagian depan, dan mendapati pintu tidak terkunci. Tersangka Husnan langsung masuk dan mendapati korban, suami dan cucunya tengah terlelap diruang tengah.

Husnan menghampiri korban yang terlelap duduk berjongkok di samping korban, sambil menggegam pisau. 23 kali tusukan itu, masing-masing 8 tusukan di bagian dada dan ketiak, 2 tusukan di ulu hati 3 tusukan di perut, 1 tusukan di paha kiri sisi luar 1 di atas kemaluan, 1 tusukan di pantat kiri, dan 3 tusukan di tangan kiri dan 3 tusukan di tangan kanan.

”Belum bisa dipastikan tusukan keberapa yang menyebabkan korban tewas, tetapi menurut tim forensik, seluruh penusukan dilakukan dalam keadaan emosi, bahkan korban sempat melawan dan menyebabkan suaminya terbangun, lalu mengejar tersangka,” Jelas Astawa.

Akibatnya perbuatannya, Husnan terancam hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penajra. Tersangka dijerat Pasal 340 Sub Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana.