October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Sejarah Genosida Rwanda 1994, Konflik Hutu dan Tutsi yang Tewaskan 800.000 Orang

BeritaIndo – Genosida Twanda terjadi pada 7 April 1994 sampai 15 Juli 1994. Dalam rentang waktu tersebut diperkirakan 800.000 orang tewas.

Hutu adalah etnis mayoritas di Rwanda yang mendominasi sekitar 85 persen populasi, sedangkan Tutsi merupakan minoritas tetapi banyak menduduki sekotr-sektor kepemimpinan dan pemerintahan.

Genosida Rwanda dari wafatnya Presiden Juvenal Habyarimana yang beretnis Hutu, akibatnya pesawatnya ditembaki jatuh di atas bandara ibu kota Kigali pada 6 April 1994.

Presiden Rwanda yang sekarang, Paul Kagame, dituding sebagai pelaku bersama beberapa teman dekatnya dengan melakukan serangan roket, karena waktu itu dia adalah pemimpin kelompok pemberontak Tutsi.

Namun, Kagame menyangkal keras tuduhan itu dan sebaliknya menuding ekstremis Hutu yang melakukannya demi memusnahkan masyarakat Tutsi. Kematian Presiden Juvenal sendiri bukan satu-satunya penyebab Genosida Rwanda, yang merupakan pembersihan etnis terbesar di Afrika saat Zaman Modern.

Etnis Hutu dan Tutsi di Rwanda sebenarnya sangat mirip. Mereka berbiccara bahasa yang sama, mendiami wilayah yang sama, dan memiliki tradisi sama. Namun, fisik orang Tutsi sering kali lebih tinggi dan ramping dibandingkan Hutu. Beberapa orang mengatakan, Etnis Tutsi berasal dari Ethiopia.

Lalu jika ditelusuri lebih ajuh ke belakang, Konflik Hutu dan Tutsi mulai memanas saat Belgia menjajah Rwanda pada 1916. Tak heran orang-orang Tutsi menyabut baik kebijakan itu, tetapi di sisi lain kebencian orang Hutu berangsur memuncak.