November 29, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Sebar Video Merasa Dipaksa Vaksin, Pria asal Sampang Dilaporkan ke Polisi

Seorang pria berinisial M (36) asal Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dilaporkan ke Polres Sampang karena menolak untuk divaksin.

M yang juga diketahui sebagai anggota salah satu LSM di Sampang, merekam secara diam-diam dialog dia dengan salah satu petugas vaksinasi dari anggota Kodim Sampang.

Video tersebut kemudian disebarluaskan di media sosial dengan narasi bahwa dirinya dipaksa oleh petugas untuk divaksin.

Kasat Reskrim Polres Sampang Sudaryanto menuturkan, laporan tersebut sudah diproses.Bahkan, terlapor sudah dipanggil untuk dimintai keterangan, namun terlapor tidak datang.”Baru sekali dipanggil dan terlapor tidak datang,” ujar Sudaryanto, ketika dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (29/10/2021).

Karena tidak hadir pada panggilan pertama, terlapor akan dipanggil kembali untuk kedua kalinya”Senin (1/11/2021) akan dipanggil lagi untuk kedua kalinya. Pada panggilan tidak datang karena beralasan sakit,” imbuh Sudaryanto.

Pelaku buat kegaduhan

M sendiri, menurut keterangan Komandan Koramil Kedungdung, Kapten Sofyah, sengaja membuat kegaduhan di gerai vaksinasi yang dilakukan di Kecamatan Kedungdung.

M datang dengan menggunakan jaket ojek online menemui anggota TNI yang bertugas.M kemudian diminta untuk divaksin. Sambil merekam menggunakan ponsel, M menolak ajakan petugas dengan alasan badannya sedang dalam keadaan sehat.

Karena menolak, petugas menawarkan kepada M agar dites antigen. Sekali lagi dia menolak.Petugas itu kemudian memberikan penjelasan tentang pentingnya vaksinasi.Namun, M tetap menentang dan terus berdebat dengan petugas.

“Ketika dimintai KTP untuk dirapid test, M juga menolak. Bahkan, dia sampai debat dengan petugas,” kata Sofyan, melalui telpon seluler.M kemudian dilaporkan atas dugaan tindak pidana Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Video yang direkam M kemudian menyebar ke berbagai media sosial mulai Senin (25/10/2021).