October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Santoso dan Ali Kalora, Pemimpin MIT yang Berakhir Ditembak Mati

BeritaIndo – Pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora ditembak mati oleh Satgas Madago Raya. Nasib Ali Kalora ini sama dengan pendahulunya, Santoso yang juga mati ditembak.

Ali Kalora diketahui sebagai penerus estafet kepemimpinan Santoso. Santoso bahkan kala itu dianggap lebih sadis ketika menjalankan aksi terornya. Sebagaimana, Santoso tewas pada 18 Juli 2016. Dia ditembak anggota Satgas Tinombala dari unsur Batalion Infanteri 515 Kostrad, Jember.

Setelah tewasnya Santoso, masih ada sosok Basri bin Baco Sampe alias Bagong yang mnejadi tangan kanan Santoso. Basri bisa menjadi penerus Santoso. Beruntung, Satgas Tinombala berhasil menangkapnya hidup-hidup di Sektor Satu, Pesisir Selatan, 14 September 2016.

Maka sejak saat itu, Ali Kalora menjadi pemimpin MIT. Namun Ali Kalora sempat dianggap enteng oleh kepolisian. ”Ali Kalora jauh di bawa kelasnya Santoso dan Basri,” Kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di PTIK.

Namun ternyata Ali Kalora tak kalah sadis ketimbang Santoso. Pada 27 November 2020, dia memimpin pembunuhan sadis empat anggota keluarga di Dusun Lewonu, Desa Lembangtongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Keempat korban tersebut adalah Yasa dan menantunya Pinu Serta dua lainnya Naka dan Anaknya Pedi. Selain itu, Kepolisian menyebutkan kelompok Ali Kalora mengambil stok beras hingga 40 kg dan membakar 6 rumah warga.

Akhirnya Pelarian Ali Kalora berakhir, Seperti Santoso, dia tewas ditembak bersama anak buahnya masuk enam DPO Satgas Madago Raya. Ali Kalora Tewas tertembak bersama anak buahnya Jaka Ramadhan.

Ali Kalora tewas dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulteng. Peristiwa itu terjadi pada petang kemarin. Mayatnya dievakuasi pada Minggu (19/9) pagi.