Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Rusia Serang Gudang Senjata Chortkiv, Jerman Belum Kirim Tank Tempur Marder

BeritaIndo – Organisasi hak asasi manusia Amnesty Internasional menuduh Rusia melakukan kejahatan perang di kota timur laut Ukraina di Kharkiv. Amnesty mengatakan bahwa serangan di Kharkiv telah menewaskan ratusan warga sipil.

”Pemboman berulang terhadap lingkungan perumahan di Kharkiv adalah serangan membabi buta yang menewaskan dan melukai ratusan warga sipil dan dengan demikian merupakan kejahatan perang,” tegas kelompok hak asasi manusia tersebut dalam sebuah laporan.

”Hal ini berlaku baik untuk serangan yang dilakukan dengan menggunakan amunisi maupun yang dilakukan dengan menggunakan roket dan peluru artileri tak terarah.”

Amnesty mengatakan bahwa mereka telah menemukan bukti pengunaan berulang bom cluster 9N210 dan 9N235, serta ranjau darat yang disebar oleh pasukan Rusia.

Pasukan Rusia mengatakan bahwa mereka menyerang sebuah gudang senjata di kota Chortkiv di wilayah Ternopil barat Ukraina. Menurut pasukan Rusia, senjata di lokasi tersebut dipasok oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa.

Gubernur regional Ternopil Volodymyr Trush mengatakan bahwa serangan itu telah menyebabkan 22 orang terluka. Selain itu, sebuah instalasi militer dan empat bangunan tempat tinggal juga rusak dalam serangan itu.

”Serangan ini tidak masuk akal secara taktis ataupun strategis, sama seperti mayoritas mutlak serangan Rusia lainnya. Ini adalah teror, hanya teror,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tentang serangan di Chortkiv.

Zelensky kemudian mengajukan permohonan kepada negara-negara Barat untuk memasok Ukraina dengan sistem pertahanan rudal modern. ”Ini adalah kehidupan yang masih bisa diselamatkan dan tragedi yang bisa dicegah jika Ukraina didengarkan.

Serangan Rusia di wilayah barat Ukraina sebenarnya lebih jarang terjadi dibandingkan dengan wilayah timur negara itu, dimana pertempuran sengit berkecamuk antara pasukan Ukraina dan Rusia.

Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Balerii Zaluzhnyi mengatakan dalam sebuah tautan di Facebook pada hari Minggu (12/06) bahwa ia telah berbicara dengan Mark Milley, Kepala Staf Gabungan AS.

Menurut Zaluzhnyi, garis depan Ukraina saat ini memiliki lebar 2.450 km, dimana 1.105 km diantaranya merupakan area pertempuran aktif. Situasi di kota Sievierdonetsk begitu rumit, tetapi pasukan Ukraina berhasil menghentikan pasukan Rusia yang hendak maju, kata Zaluzhyni.

Perusahaan Jerman, Rheinmetall, menyelesaikan modernisasi kendaraan tempur infanteri tipe marder yang pertama. Enam kendaraan siap  kata seorang juru bicara perusahaan dalam sebuah komentar. Rheinmetall sedang dalam proses memperbaiki 100 Marders, kata Ketua Armin Papperger.

Dengan adanya kemungkinan pengiriman ke Ukraina, Papperger menambahkan,” .Kapan dan dimana Marder akan dikirim adalah murni keputusan pemerintah federal.”