Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Rusia Gempur Pabrik Baja Mariupol, 100 Warga Sipil Sembunyi Di Sana

BeritaIndo – Otoritas Ukraina melaporkan pasukan militer Rusia menggempur pabrik baja di Mariupol, yang menurut pejabat lokal, menjadi tempat bersembunyi sedikitnya 100 warga sipil. Sementara para petempur terakhir Ukraina terus berjuang mempertahankan kota pelabuhan tersebut dari invasi pasukan Rusia.

Sejumlah laporan awal oleh para pejabat Rusia dan Ukraina mengindikasikan bahwa seluruh warga sipil telah dievakuasi dari pabrik baja Azovstal setelah berminggu-minggu meringkuk ditempat perlindungan di komplek pabrik itu bersama para petempur Ukraina.

Mariupol yang merupakan kota pelabuhan di tepi Laut Azov telah menghadapi pertempuran paling menghancurkan dalam perang di Ukraina. Otoritas Kiev menyebut kemungkinan puluhan ribu orang tewas dalam pertempuran di mariupol sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari lalu.

Pabrik baja Azovstal menjadi bagian terakhir dari kota mariupol yang masih dikuasai oleh para petempur Ukraina.

”Selain militer, sedikitnya 100 warga sipil masih berada di tempat perlindungan Azovstal. Namun, ini tidak mengurangi intensitas serangan oleh penjajah,” sebut penasihat Wali Kota Mariupol, Petro Andryushchenko.

Otoritas maupun militer Rusia juga belum memberikan tanggapan resminya dan sebelumnya telah membantah menargetkan warga sipil di Ukraina.

Pada Sabtu (7/5) lalu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa operasi untuk mengevakuasi warga sipil dari Azovstal telah tuntas. Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan Kiev akan berupaya mengamankan evakuasi para korban luka.

Bulan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kemenangan di Mariupol setelah berminggu-minggu pengepungan dan gempuran besar-besaran. Namun Putin juga mengatakan tidak perlu untuk menyerbu pabrik baja Azovstal.

Otoritas Ukraina dalam pernyataan terbaru menyebut gempuran terhadap pabrik baja di Mariupol itu masih berlanjut, Rusia bahkan dituduh menggunakan tank-tank dan artileri dalam operasi penyerbuan pada Senin (9/5) waktu setempat.