Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Rusia Bombardir Stasiun Kereta Api dan Titik Pasokan Ukraina, Incar Pasokan Senjata Berat

BeritaIndo – Rusia meningkatkan serangan udara di jalur pasokan utama Ukraina yang mengirimkan senjata barat senilai miliaran poundsterling ke negara itu.

Jalur kereta api, pergudangan dan titik jalur pasokan lainnya dibombardir, tetapi Pentagon bersikeras aliran senjata tidak terhabat secara signifikan, sebagaimana dilansir AI Jazeera pada Rabu (4/5/2022).

Militer Rusia mengatakan mereka menggunakan rudal yang diluncurkan dari laut dan udara untuk menghancurkan fasilitas tenaga listrik di lima stasiun kereta api di seluruh Ukraina.

Sementara artileri dan pesawat juga menyerang markas pasukan dan depot bahan bakar dan amunisi. Sirine serangan udara terdengar di kota-kota di seluruh negeri pada Rabu (4/5/2022) malam. Tembakan rudal terjadi di Cherkasy dan Dnipro di Ukraina tengah dan Zaporizhzhia di tenggara. Di DniPro, Wali Kota mengatakan satu serangan menghantam pusat kota. Tidak ada laporan segeran tentang korban atau kerusakan.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menuduh Rusia menggunakan taktik terorisme rudal untuk menyebarkan ketakutan di seluruh Ukraina.

Kementerian pertahanan Inggris mengatakan Rusia terus menyasar target non-militer di Ukraina. Itu termasuk properti perumahan dan pusat transportasi dalam upaya untuk melemahkan tekad negara tersebut.

”Karena operasi Rusia goyah, Target non-militer termasuk sekolah, rumah sakit, properti perumahan dan pusat transportasi terus terkena. ini menunjukkan kesediaan Rusia menargetkan infrastruktur sipil dalam upaya untuk melemahkan tekad Ukraina.” ungkap pembaruan itu.

Menteri Pertahanan Rusia Sergi Shoigu mengatakan barat mengisi Ukraina dengan senjata. Kementeriannya mengatakan pasukan Rusia melumpuhkan enam stasiun kereta api yang digunakan untuk memasok senjata Barat ke tentara Ukraina di timur.

Mereka juga mengklaim menyasar 40 sasaran militer termasuk empat depot yang menyimpan amunisi dan artileri. Kementerian pertahanan Ukraina mengatakan pembom strategis Rusia menembakkan 18 roket. Rusia menerbitkan apa yang dikatakannya sebagai rekaman video dari dua rudal jelajah Kaliber yang diluncurkan dari Laut Hitam dan mengatakan mereka mengenai target yang tidak ditentukan di Ukraina.