Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Puluhan Nyawa Melayang di Stasiun KA Ukraina, Rusia Tuding Rekayasa

BeritaIndo – Stasiun kereta api di kota Kramatorsk, Ukraina bagian timur, disebut diserang oleh Rusia hingga tewaskan puluhan orang. Namun, pihak Rusia membantah dan menyebut itu rekayasa.

Ukrinform, menyebut ada dua roket Rusia yang menghantam stasiun Kramatorsk. Ukrinform mendasarkan laporannya dari informasi yang dibagikan layanan pers otoritas perkeretaapian Ukraina atau yang disebut Ukrzalizyntsia.

Perusahaan kereta api negara, Otoritas Kereta Api Ukraina, dalam pernyataannya menyebut lebih dari 30 orang tewas dan 100 orang mengalami luka-luka dlaam serangan roket di stasiun Kramatorsk.

Data terakhir dari Gubernur Regional Donetsk, Pavlo Kyrylenko, mengatakan korban tewas akibat serangan itu menjadi 50 orang, sebanyak 5 orang di antaranya adalah anak-anak.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Rusia Jahat tanpa Batas setelah serangan roket menghantam sebuah stasiun kereta di wilayah Ukraina bagian timur.

Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Ukraina Telah merekayasa serangan roket ke sebuah stasiun kereta api di Kramatorsk yang menewaskan sedikitnya 52 orang. Rusia menuding serangan mematikan itu sebenarnya dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina sendiri.

”Tujuan serangan Rezmi Kiev terhadap stasiun kereta api di Kramatorsk adalah untuk mengganggu keluarnya penduduk secara massal dari kota tersebut demi menggunakan mereka sebagai tameng manusia untuk mempertahankan posisi Angkatan Bersenjata Ukraina,” Tuduh Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya.

Diklaim juga oleh Kementerian Pertahanan Ukraina bahwa serangan itu dilakukan pasukan Ukraina dari Kota Dobropillya, yang berjarak 45 kilometer sebelah barat daya Kramatorsk.

Amerika Serikat (AS) meyakini Rusia menggunakan rudal balistik jarak pendek untuk menyerang stasiun kereta di Kramatorsk, Ukraina bagian timur. Para pejabat AS enolak untuk mempercayai begitu saja bantahan yang disampaikan Rusia terkait serangan yang menewaskan puluhan orang itu.

Otoritas Ukraina sejuah ini melaporkan sedikitnya 52 orang tewas termasuk lima anak, dalam serangan pada Jumat ( 8/4 ) waktu setempat, Presiden Ukraina Volodymyr menyebut 300 orang lainnya mengalami luka-luka.

Tidak hanya itu, Kementerian Pertahanan Rusia juga balik menuding serangan mematikan itu sebenarnya di lancarkan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina sendiri, karena rudal taktis Tochka-U yang serpihannya ditemukan di dekat stasiun kereta Kramatorsk, hanya digunakan oleh Angkatan Bersenjata Rusia.