October 25, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Provokator Penganiayaan Pria Hingga Tewas di Hutan Gowa Ngaku Kesal Sapi Dicuri

BeritaIndo – Polisi menangkap empat pelaku terkait kasus KA (25), pemuda tewas dianiaya hingga di cekoki racun di kawasan hutan Inhutani Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Para pelaku menganiaya korban karena termakan aksi provokasi bahwa korban merupakan pencuri sapi.

”Jadi motif setelah kami dalami adalah karena pelaku ini emosional, beberapa waktu lalu pernah terjadi pencurian sapi,” Ujar Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman saat jumpa pers, Jumat (3/9/2021).

Menurut Boby, pelaku yang melakukan provokasi bernama Nasir (40). Kemudian tiga pelaku lainnya, yakni ketua RT Nyampa (50), Basri (40), dan Sangkala (50), juga ikut terbawa emosi dan menganiaya korban.

”Itu yang menyebabkan para pelaku emosional, tapi dengan modus dia menuduhkan tanpa dasar. Jadi si korban ini belum dipastikan apa dia pelaku, tetapi dituduhkan pencuri sapi, sehingga dianiaya,” Ungkap Boby.

Sementara itu, Nasir (40) mengaku memang mengira korban sebagai pencuri sapi. Nasir yang pernah jadi korban pencurian sapi, Lantas melaporkan korban kepada tiga pelaku lainnya berujung penganiayaan berat yang menewaskan korban.

Menurut Nasir, dia awalnya mencegat korban yang melintas menggunakan sepeda motor di  kawasan Inhutani. Nasir menginterogasi korban karena curiga kepada korban ialah orang yang tidak dikenal.

Korban disebut beralasan tidak masuk akal karena mengaku terpengaruh jin. Selanjutnya Nasir menemukan parang di bagasi motor korban dan menemukan tali di tas milik korban.

Karena korban membawa tali itulah nasir mengaku langsung menanggap korban adalah pencuri sapi. Dia pun langsung menebas kaki korban.

Selanjutnya korban melakukan perlawanan sehingga Nasir lari meminta tolong kepada warga. Dia selanjutnya menemukan tiga pelaku lainnya yang membuat Nasir segera memprovokasi mereka bahwa korban merupakan pencuri sapi.

Akibat perbuatannya, para pelaku ditetapkan menjadi tersangka. mereka dijerat Pasal 170 KUHP dan/atau Pasal 351 Ayat 1 KUHP hingga terancam hukuman 15 tahun penjara.