Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Promosi Binomo Lewat Youtube, Indra Kenz Janjikan Keuntungan 85% ke Korban

BeritaIndo – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkapkan aplikasi Binomo dipromosikan oleh terlapor, crazy rich asal Medan, Indra Kenz, melalui Youtube hingga Telegram. Dalam promosinya, Indra Kenz menyebut bahwa aplikasi Binomo legal dan resmi di Indonesia.

”Modusnya pun beragam, salah satunya adalah dengan melihat promosi yang disebar oleh terlapor atas nama IK (Indra Kenz) dan kawan-kawan melalui Youtube, Instagram, Telegram,” Ujar Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan saat dimintai konfirmasi, Kamis (10/2/2022).

”Menawarkan keuntungan melalui aplikasi trading Binomo (binary option) bahwa Binomo sudah legal dan resmi di Indonesia,” sambungnya.

Whisnu menjelaskan terlapor juga mengajarkan strategi trading dalam videonya. Dia mengatakan terlapor selalu memamerkan keuntungan dari trading di Binomo dalam videonya.

”Bukti dalam Youtuber terlapor. Dan juga terlapor mengajarkan strategi trading dalam aplikasi tersebut dan terus memamerkan hasil profitnya,” tutur Whisnu.

Kemudian, kata Whisnu, korban jadi tertarik untuk bergabung. Awalnya korban juga meraup keuntungan dari trading di Binomo. Namun, pada akhirnya para korban selalu merugi.

”Korban ikut bergabung dari yang profit hingga akhirnya selalu loss,” ucapnya.

Sementara itu, Whisnu mengatakan para korban diiming-imingi keuntungan hingga 85 persen dari nilai dana yang dibuka. Whisnu mengungkapkan peristiwa perekrutan sebagai nasabah atau trader menggunakan aplikasi Binomo itu terjadi pada sekitar April 2020.

”Pada sekitar April 2020, dari aplikasi atau website Binomo telah menjanjikan keuntungan sebesar 80-85% dari nilai atau dana buka perdagangan yang ditentukan setiap trader atau korban,” imbuh Whisnu.

Laporan ini teregister dengan nomor STTL/29/II/2022/BARESKRIM tertanggal 3 Februari 2022. Pengacara korban, Finsensius Mendrofa menyebutkan sejumlah pasal yang dilaporkannya.

”Ini Pasal 27 ayat 2 terkait dengan perjudian online, kemudian Pasal 28 ayat 1 terkait dengan berita bohong yang merugikan konsumen dengan transaksi elektronik itu, dan 378 itu berkaitan dengan penipuan, serta kalau Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 TPPU itu terkait dengan tindak pidana pencucian uang ya, baik yang ada di luar negeri maupun yang ada di Indonesia,” jelasnya.