October 25, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Praveen memutuskan untuk buka suara mengenai pengalamannya sepanjang bertanding di Olimpiade Tokyo 2020

BeritaIndo :  Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan, memutuskan angkat bicara mengenai kiprahnya pada Olimpiade Tokyo 2020.

Praveen Jordan dan pasangan tandingnya, Melati Daeva Oktavianti, merupakan salah satu harapan Indonesia untuk meraih medali pada Olimpiade Tokyo 2020.

Sayangnya, perjuangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, berakhir lebih awal.

Praveen/Melati takluk di tangan unggulan pertama, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China), dalam dua gim langsung dengan skor 15-21, 15-21.

Praveen/Melati menutup debut mereka pada Olimpiade dengan hasil 2 kemenangan dan 2 kekalahan.

Kekalahan lain diderita Praveen/Melati dari wakil tuan rumah, Yuta Watanabe/Arisha Higashino, pada partai terakhir babak penyisihan grup.

Pada pertandingan itu Praveen/Melati terlihat tampil di bawah level permainan mereka sehingga takluk dengan skor cukup mencolok 13-21, 10-21.

Kritik pun diterima Praveen/Melati atas hasil minor yang mereka raih pada Olimpiade Tokyo 2020.

Lebih-lebih, medali emas Olimpiade Indonesia sebelumnya diraih di nomor ganda campuran melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Praveen memutuskan untuk buka suara mengenai pengalamannya sepanjang bertanding di Olimpiade Tokyo 2020.

Dalam video yang diunggah di kanal Youtube-nya pada Kamis (26/8/2021), Praveen menceritakan bagaimana dia berkali-kali terpapar Covid-19.

Praveen pertama kali positif Covid-19 di tengah-tengah persiapan terakhir timnas bulu tangkis Indonesia menuju Olimpiade Tokyo 2020.

Praveen merasakan gejala demam pada awal pekan ketiga pemusatan latihan. Praveen berinisiatif meminta tes PCR di mana dia dinyatakan positif Covid-19.

Kekhawatiran Praveen bertambah semenjak Melati mendapat hasil positif dalam tes antigen.

Praveen menuturkan bahwa dia cemas karena hasil tesnya beberapa kali berubah. “Di situ gue nge-down lagi,” kata pemain kelahiran Bontang itu.

Untungnya Praveen sembuh sebelum jadwal keberangkatan tim ke Kumamoto, Jepang, meski dia sempat absen dari latihan selama 17 hari.

Namun, tantangan yang dihadapi Praveen tak berhenti sampai di situ.

Tepat setelah timnas bulu tangkis mendarat di Jepang, Praveen menjadi satu-satunya anggota rombongan tim yang mendapatkan hasil positif dalam tes.

Praveen kembali kehilangan waktu untuk berlatih. Dia mendapat instruksi menunggu tiga hari. Apes, hasil tes Praveen masih positif setelah masa tunggu.

Praveen harus menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit setempat. Hasilnya paru-paru Praveen dinyatakan aman.

Jadi kayak gue dapat semacam dokumen [yang menjelaskan] kalo [penyakit Covid-19] gue mungkin tinggal sisaannya doang, kasarnya gitulah,” kata Praveen.

“Di hari besoknya, hari keempat baru gue bisa latihan. Kalian bayangin tuh, gue hadapin Covid kayak gimana. Ibaratnya ini kan impian gue. Ya mungkin ini jalannya.”

Persiapan yang kurang memegaruhi permainan Praveen. Di sisi lain, Melati juga terpengaruh karena gugup menghadapi Olimpiade pertamanya.

Praveen/Melati kesulitan menghadapi pasangan non-unggulan dari Australia pada partai pertama. Mereka memerlukan tiga gim untuk mengunci kemenangan.

Cobaan Praveen tidak berhenti di lapangan. Menjelang kepulangan dia mendapat hasil positif dalam tes PCR harian di kampung atlet.

Praveen pun harus menunda kepulangannya ke tanah air. Dia sempat diisolasi semalam di hotel khusus penderita Covid-19 di Olimpiade Tokyo 2020.

Diliputi kekhawatiran, Praveen untungnya mendapatkan hasil negatif pada tes berikutnya. Dia pun pulang bersama rombongan terakhir kontingen Indonesia pada 4 Agustus.

Berbicara soal pencapaiannya di Olimpiade Tokyo 2020, Praveen merasa campur aduk antara puas dan kecewa.

 

“Kenapa kecewa, karena gak sesuai dengan apa yang gue mau. Dan kenapa puas, karena gue bisa mengeluarkan apa yang gue punya di saat recovery Covid,” kata Praveen.

“Ibaratnya ini semua yang gua ada, hasilnya segitu, memang gak sesuai eksepktasi, tapi gua puas…. lebih mikir ini sudah ditentukan yang terbaik buat gue dan Meli.”

Praveen percaya ini bukan akhir dari kariernya dan Melati. Masih ada kesempatan lain untuk meraih prestasi lebih baik ke depannya.

Praveen lantas mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah mendukungnya dan Melati pada saat sulit. Dia juga memberi pesan agar selalu menjaga kesehatan.

“Memang kadang hidup tidak sesuai yang kita rencanakan, tetapi kita tidak boleh tidak menerima apa yang sudah menjadi jalannya Tuhan,” kata Praveen.