January 29, 2022

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Polisi Ungkap Motif Pria Culik Bocah di Tangsel : Punya Niat Cabuli Korban

BeritaIndo – Polisi merilis kasus seorang anak perempuan berinisial A (12) di Setu, Tangerang Selatan, yang selamat dari usaha penculikan. Polisi menyebut korban tidak hanya diculik oleh pelaku yang berinisial DFR (22), tetapi juga sempat dicabuli.

”Orang tua melaporkan ke pihak Polres hingga kita dengan cepat melakuka npenangkapan sehingga tadi malam kita sudah menangkap pelaku pria berinisial DFR (22),” ujar Kapolres Tangsel AKBP Sarly Sollu saat koenferensi pers di Mapolres Tangsel, Jumat (14/1/2022).

Kepada polisi, pelaku mengaku tindakan tersebut baru pertama kali ia lakukan. Selain itu, DFR mengaku memiliki ketertarikan terhadap korban.

”pengakuannya baru sekali melakukannya. Motifnya ketertarikan pelaku terhadap korban yang sedang bermain sehingga muncul lah niat untuk percobaan pencabulan,” tambahnya.

Sarly menjelaskan soal pencabulan yang dilakukan oleh pelaku.

”Area sensitif, tapi kan tidak harus yang disana tapi yang jelaskan oleh korban merasa risihnya disitu karena bagian lutut ke atas sudah mulai diraba-raba,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya ini, DFR kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal berlapis. Polisi menjerat DFR dengan Pasal 83 dan 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 332 KUHP.

”Ancaman hukuman 17 tahun untuk UU nomor 17 tahun 2016 kasus kemudian ancaman hukuman 7 tahun untuk Pasal 332 KUHP,” Pungkasnya.

Sebelumnya, seorang bocah berinisial A (12) berhasil meloloskan diri dari usaha penculikan. A loncat dari motor saat sedang diculik oleh pelaku. ”menurut korban pelaku mengemudikan motor dengan cepat lalu di daerah Pabuaran, Bogor, pelaku mengendarai motor dengan pelan-pelan dan korban langsung loncat untuk kabur,” ujar Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan  Anak (P2TP2A) Kota Tangsel Tri Purwanto.

A sempat menyarankan untuk memakai aplikasi Google Maps untuk tujuannya. Namun pelaku berkilah dengan alasan tidak bisa menggunakannya.  Akibat kejadian tersebut, Tri berkata, A hanya mengalami luka ringan. Namun A kini disebut mengalami trauma dan kerap merasa ketakutan.