October 24, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Polisi Swedia Sebut Tak Ada yang menurigakan dalam kematian Kartunis Nabi

BeritaIndo – Kepolisian Swedia menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada tanda-tanda pelanggaran dalam kecelakaan mobil yang menewaskan kartunis Swedia, Lars Vilks. Pria itu hidup di bawah perlindungan polisi setelah membuat karikatur Nabi Muhammad Pada 2007, yang memicu ancaman pembunuhan.

Vilks tewas bersama dengan dua polisi pengawalnya pada hari Minggu (3/10) waktu setempat dala mtabrakan dengan sebuah truk yang melaku di dekat kota kecil Markaryd di Swedia Selatan.

”Kami ingin sepenuhnya mengesampingkan tindakan eksternal yang menargetkan mobil diaman Lars Vilks ditemukan,” Kata Stefan Sinteus, Kepala Unit Investigasi regional Swedia Selatan pada Konferensi pers.

Polisi mengatakan mereka belum menemukan alasan mengapa kendaraan yang membawa Vliks dan dua petugas membelok dari jalan, menerobos penghalang logam sebelum menabrak truk yang melaju ke arah yang berlawanan. Pecah ban adalah salah satu hipotesis.

Kedua kendaraan kemudian terbakar dan ketiga penumpang tewas di tempat .Pengemudi truk terluka dan dibawa ke rumah sakit dimana dia diinterogasi oleh penyidik.

Vilks yang berusia 75 tahun, hidup di bawah perlindungan polisi hampir terus-menerus karena berbagai ancaman dan serangan setelah karikatur 2007 yang menggambarkan Nabi Muhammad diterbitkan di sebuah surat kabar Swedia.

Namun, pada hari Senin ( 4/10 ) Polisi mengatakan tidak ada ancaman baru terhadapnya baru-baru ini.

Sebelumnya pada 14 Februari 2015, seorang pemuda Denmark keturunan Palestina melepaskan tembakan ketika dia mencoba menyerbu debat tentang kebebasan berekspresi di Kopenhagen, yang diselenggarakan setelah serangan mematikan di kantor majalah satir Charlie Hebdo di Paris, Prancis.

Vilks lolos tanpa cedera, tetapi seorang sutradara film Denmark berusia 55 tahun dan seorang penjaga di sinagoga Kopenhagen keduanya ditembak mati oleh pria bersenjata itu, yang juga tewas dalam bentrokan dengan polisi Denmark.