October 25, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Polisi Minta Bukti Baru Ayah Perkosa 3 Anak, LBH : Buka Dulu Kasusnya

BeritaIndo – Polri mengatakan penyelidikan kasus ”Tiga anak saya diperkosa” di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), bisa dibuka kembali saat ditemukan bukti baru. LBH Makassar selaku penasehat hukum korban menyebut justru polisi harus membuka kembali penyelidikan untuk menemukan bukti baru.

”Kami juga terbatas sebagai tim penasihat hukum. Kami nggak bisa misalnya memanggil orang toh. Memeriksa, mengambil keterangan kan nggak bisa,” Kata Ketua Divisi Perempuan Anak dan Disabilitas LBH Makassar, Resky Pratiwi.

Sebaliknya, kata Resky, Penyidik memiliki kewenangan penuh dalam penyelidikan untuk bisa melanjutkan kasus ini ke tahap penyidikan. Namun penyidik dinilai justru terlalu prematur menghentikan penyelidikan.

”Jadi buka dulu kasusnya kemudian lengkapi bukti-bukti. Baru bisa dikatakan bukti baru ketika penyelidikannya dibuka kembali dilakukan proses pengumpulan alat bukti,” Tutur Resky.

Yang bisa dilakukan LBH Makassar selaku tim penasihat hukum korban, sebut Resky, adalah memberi dukungan ke penyidik. Resky juga mengingatkan penyidik bahwa pada dasarnya pihaknya telah memberikan sejumlah bukti pendukung atau petunjuk di kasus in.

Sebagai Contoh, kata dia, penyidik mengaku tak menemukan tanda-tanda kekerasan pada alat vital korban sehingga menjadi salah satu dasar penyidik tak melanjutkan kasus ini.

Menurut Resky bisa saja luka itu telah sembuh dan hilang. Dia juga menyinggung saat visum terhadap korban dilakukan saat belum ada bantuan hukum yang masuk untuk pihak korban.

Resky juga menyinggung bukti foto yang menunjukkan bekas luka di alat vital korban. Selanjutnya ada pual video sebagai petunjuk lainnya.  Resky juga mengingatkan bukti petunjuk lainnya yang diabaikan, seperti diagnosa kekerasan anak dan kesakitan pada dubur dan vagina korban.

Resky juga mengatakan bila LBH Makassar selama ini telah bersurat ke Mabes Polri, Komnas Perempuan dan Ombudsman. Untuk Komnas perempuan sendiri, lanjut dia, telah mengeluarkan rekomendasi agar kasus ini dibuka kembali.

Resky mengatakan, Komnas Perempuan mengeluarkan rekomendasi tersebut pada 22 September, atau lima bulan setelah penyelidikan dihentikan penyidik.