Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Pintu Rusia Ditutup Bagi Biden tapi Tidak Untuk Trump

BeritaIndo – Rusia memperbaharui daftar orang-orang yang dilarang masuk ke negaranya. Salah satunya Presiden Joe Biden, namun mantan Presiden Donald Trump tidak ada dalam daftar cekal.

Terdapat total ada 963 pejabat AS termasuk Presiden Biden yang dilarang masuk ke Rusia. Daftar itu diperbarui dimana isinya didominasi para senator AS serta para anggota DPR.

Selain itu ada sejumlah nama pejabat baik yang masih menjabat atau pun mantan serta jurnalis, prajurit, advokat, hingga warga AS dalam daftar itu. Salah satu aktor yang masuk daftar adalah Morgan Freeman, dan Rob Rainer.

Mantan pejabat Donald Trump, Mike Pompeo masuk dalam daftar larangan. Dia menjabat sebagai sekretaris negara saat Trump menjadi presiden. Tapi, Donald Trump tidak masuk ke daftar tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian di Rusia mengatakan orang-orang di dalam daftar itu dikategorikan sebagai mereka yang menghasut Rusia-phobia. Hal ini disebut pula sebagai sanksi balasan dari Rusia untuk AS.

Sebelumnya, Rusia melarang 29 warga AS dan 61 warga Kanada masuk ke wilayahnya, Dilansir AFP, Kamis (21/4/2022), Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan larangan tersebut akan berlaku tanpa batas waktu. Mereka yang ditangkap masuk ke Rusia termasuk pejabat pertahanan, pemimpin bisnis dan jurnalis dari kedua negara.

Daftar orang AS yang dilarang masuk Rusia itu termasuk presenter televisi ABC News George Stephanopoulos, Kolumnis Washington Post David Ignatius, dan editor situs berita Meduza yang berfokus pada Rusia Kevin Rothrock.

Para pejabat pertahanan AS termasuk juru bicara Pentagon John Kirby dan Wakil Menteri Pertahanan Kathleen Hicks juga masuk daftar. Sementara, warga Kanada yang dilarang adalah Cameron Ahmad, yang menjabat sebagai direktur komunikasi untuk Perdana Menteri Justin Trudeau, dan Komandan Pasukan Operasi Khusus Kananda Steve Boivin.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan daftar orang yang dilarang itu terdiri dari orang-orang yang bertanggung jawab atas kebijakan Russophobia di kedua negara.

Rusia juga telah melarang Facebook dan Instagram, yang merupakan bagian dari kerjaan Meta Zuckerberg. Rusia menyebut mereka organisasi ekstremis.