January 29, 2022

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Petani Perkosa Anak Kandung Sendiri Sampai Melahirkan

BeritaIndo – Seorang petani berusia 45 tahun di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), ditangkap polisi karena diduga memperkosa putri kandungnya yang berusia 27 tahun hingga hamil dam melahirkan. Kasus ini terungkap setelah korban melahirkan, padahal belum menikah.

”istri tersangka sudah melapor ke polres dan ditangani PPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak). Kemarin Korban sudah diperiksa oleh PPA,” ungkap Kapolsek Tinambung AKP Rustam Gani saat dimintai Konfirmasi.

AKP Rustam mengungkapkan, kasus ini berawal dari informasi korban melahirkan di luar nikah sehingga meresahkan tetangganya. Polisi, yang juga menerima informasi itu, lantas melakukan pengecekan.

”Disampaikan bahwa ada salah satu warga yang melahirkan namun tidak diketahui siapa bapaknya. Setelah dilakukan crosscheck ternyata betul ada kejadian seperti itu,” Ujar Rustam.

Menurut Rustam, korban sempat mengatakan ayah bayi yang baru dilahirkannya adalah warga mamuju dan sudah meninggal dunia. Namun keterangan korban berubah-ubah sehingga memuat polisi curiga.

”Setelah beberapa jam, dia korban mengakui dihamili orang (warga) Kalukku. Saat itu pihak keluarga bersepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” terangnya.

Namun, berselang dua hari kemudian, keterangan korban kembali berubah. baru kemudian korban mengaku dihamili oleh ayahnya sendiri. ”berdasarkan informasi dari kepala desa, korban mengaku jika yang menghamilinya adalah bapaknya,” beber Rustam.

Pengakuan korban sempat menggegerkan warga setempat. Bahkan istri pelaku yang tidak lain dari ibu korban kaget, bahkan meminta pelaku, yangsaat itu sedang terbaring sakit, untuk angkat kaki dari rumahnya.

‘”Setelah ribut, sang istri sudah tidak mau merawat suaminya, Sejak dua bulan terakhir, tersangka jatuh sakit, dia lumpuh membuat kedua kakinya mengecil,” Katanya.

Diketahui, korban sempat meninggalkan rumahnya untuk mengamankan diri. Atas kesepakatan keluarga dan tokoh masyarakat, korban akhirnya kembali.