October 25, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Pesona Arsitektur Tradisional untuk Rumah Masa Kini

BeritaIndo – Menerapkan arsitektur rumah tradisional masa kini tentunya membuat tampilan hunia tampak unik dan tampil beda.

Contohnya adalah sebuah hunian bertajuk Paviliun Bentara yang dikerjakan oleh arsitek Pramudya. Paviliun Bentara yang berlokasi di Kota Bekasi, terlihat sangat nyaman dan asri.

Dari Eksteriornya, kesan tradisional tampak jelas dengan membiarkan dinding tanpa finishing, penggunaan elemen kayu dan bambu yang menampilkan warna alami, serta dominasi warna tanah yang kental.

Sementara bagian interiornya, keunikan utama tampak pada bagian plafon atap yang sengaja memperlihatkan rangka genteng tanah liat yang terekspos sehingga memunculkan kesan etnik.

Fasad Paviliun Bentara tampak beda dan unik berkat bentuk ata segitiga. Lebih dari itu, bangunan sengaja dibuat layaknya dua bangunan kembar yang terpisah.

Masing-masing sisi atap dibuat memanjang ke bawah, sehingga nyaris membentuk segitiga yang sempurna. Saat ini, bentuk atap seperti di Paviliun Bentara terbilang semakin jarang digunakan. Bentuk atap pelana jauh lebih populer ketimbang bentuk atap segitiga.

Padahal zaman dahulu, ruamh-rumah di Indonesia banyak yang memakai bentuk atap segitiga.

Bentuk atap segitiga kemiringan 25 derajat hingga 30 derajat memang sangat cocok digunakan untuk hunian yang berada di wilayah curah hujan tinggi seperti di Indonesia.

Bentuk atap segitiga memudahkan air hujan turun karena gratvitasi. Melengkapi keunikan atap berbentuk segitiga, arsitek Pramudya memilih material yang identik dengan kesan tradisional, yakni material bambu.

Pesona arsitektur tradisional semakin kental berkat kombinasi material bambu dan genteng dari tanah liat tanpa sentuhan cat. Permukaan genteng yang sudah lama, biasanya akan berjamur dan berubah kehitaman.

Rimbunnya halaman tak hanya menyajikan pemandangan yang asri bagi kedua paviliun, tetapi juga menyuplai udara yang sejuk. Sebab, pepohonan yang tinggi sekaligus berfungsi mereduksi panas dan cahaya matahari. Pepohonan ini pastinya juga mengundang burung burung untuk sekadar singgah.

Keunikan juga akan anda temukan di bagian interior. Dua bangunan penyusun Paviliun Bentara mempunyai gaya desai interiot yang berbeda. Arsitek Pramudya merancang satu Paviliun dengan nuansa etnik yang begitu kental. Kursi-kursi dari material rotan dipilih untuk mengisi ruang keluarga yang menjadi satu dengan ruang makan.

Sedangkan, untuk ruang makan, dipikih meja dan kursi dari material kayu. Material rotan dan material kayu menampilkan warna alami yang begitu menyatu dengan nuansa asri arsitektur tradisional.