October 21, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Penusukan di Supermarket Selandia Baru, PM Andern : Pelaku Terinspirasi ISIS

BeritaIndo – Seorang pria menusuk enam orang di sebuah supermarket Selandia Baru, sebelum dia tewas ditembak polisi. Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern menyebut pelaku penusukan terinpirasi Kelompok Negara Islam ( ISIS ).

Ardern mengatakan pria itu adalah seorang warga negara Sri Lanka yang tiba di Selandia Baru pada 2011 dan berada di pinggiran kota Auckland, mengambil pisau dari pajangan dan melakukan penusukan.

Ardern mengatakan enam orang terluka, tiga diantaranya luka parah, sebelum polisi yang mengawasinya melepaskan tembakan dalam waktu 60 detik setelah serangan dimulai.

”Apa yang terjadi hari ini tercela, itu kebencian, itu salah,” Kata Ardern, seraya menambahkan bahwa serangan itu tidak mewakili agama atau komunitas manapun.

Ditanya tentang motivasi pria itu, Ardern berkata ”Itu adalah ideologi kekerasan dan terinspirasi ISIS”.

Ardern mengatakan dia terbatas dalam apa yang bisa di katakan secara publik tentang pria itu, yang telah diawasi sejak 2016, karena dia masuk dalam perintah pengawasan pengandilan.

Komisaris Polisi Andrew Coster mengatakan pihak berwenang yakin pria itu bertindak sendiri dan tidak ada bahaya lebih lanjut bagi masyarakat. Tidak disebutkan keterangan lebih detail mengenai identitas pelaku penusukan.

Sebelumnya, polisi mengatakan serangan itu terjadi pada Jumat (3/9) sore waktu setempat, ketika pria itu memasuki supermarket Countdown di pusat perbelanjaan LynnMall di Kota New Lynn, pinggiran Auckland saat orang-orang sedang berbelanja.

”Polisi telah menemukan pria itu dan dia telah ditembak. Dia tewas di temapt kejadian,” Kata Polisi tanpa memberikan informasi tentang motivasi pria itu.

Sebelumnya pada Bulan Mei lalu, terjadi serangan supermarket seupa di Dunedin ketika seorang penyerang bersenjata pisau melukai empat orang.

Serangan teror terburuk di Selandira Baru adalah penembakan di masjid ChristChurch pada Maret 2019, ketika seorang pria penganut supremasi kulit putih membunuh 51 jemaah dan melukai 40 orang lainnya.