January 26, 2022

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Pengadilan Kanada Putuskan Keluarga Korban Pesawat Ditembak Iran Terima Rp 1 T

BeritaIndo – Pengadilan Kana telah memutuskan memberi kompensasi sebesar C$ 10 Juta ( Rp 1,2 Triliun ), ditambah bunga, kepada keluarga enam orang yang meninggal ketika sebuah pesawat jatuh di dekat Teheran pada 2020.

Anggota keluarga yang menerima kompensasi dari Pengadilan Tinggi Ontario kehilangan Pasangan, saudara kandung, anak-anak, keponakan, dan sepupu mereka.

Pesawat maskapai Ukraine International Airlines PS752 dihantam dua rudal tak lama setelah lepas landas. Iran mengatakan pihaknya salah mengira pesawat itu sebagai rudal AS, Semua 176 orang di dalam pesawat itu tewas.

Mereka termasuk 5 5warga Kanada dan 35 orang berstatus penduduk tetap Kanada. Keluarga korban telah mengajukan gugatan perdata terhadap iran dan pejabat lain yang mereka katakan harus disalahakan atas insiden itu.

Sebagai penumpang dipesawat tersebut adalah para mahasiswa dan pegawai universitas di Kanada yang saat itu tengah pulang dar liburan. bagi Kanada, kejadian itu menjadi tragedi nasional dan menyentuh banyak komunitas di negara tersebut.

Sementara itu, belum jelas bagaimana uang kompensasi itu akan diambil dari Iran. Kuasa hukum keluarga, Mark Arnold, mengatakan timnya aka nmencari aset Iran yang dapat disita di Kanada dan luar negeri, yang dapat mencakup kapal tanker minyak.

Ini adalah pertama kalinya kompensasi diberika nkepada keluarga para korban, lansir kantor Berita Kanada CBC, seraya menambahkan bahwa Iran tidak membela diri di pengadilan. tahun lalu laporan pemerintah Kanada mengatakan iran bertanggung jawab penuh atas jatuhnya pesawat dan bahwa itu adalah hasil ketidakmampuan dan kecerobohan.

Pihak berwenang Iran awalnya membantah bertanggung jawab atas insiden itu, yang terjadi pada 8 Januari 2020. Tetapi setelah semakin banyak bukti terkumpul, Angkatan Udara Pengawal Revolusi mengatakan unit pertahanan udara telah salah mengira Boeing 737-800 sebagai rudal AS.

Pertahanan udara Iran saat itu dalam kondisi siaga tinggi karena negara itu baru saja menembakkan rudal balistik ke dua pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS. itu sebagai pembalasan atas pembunuhan jenderal top Iran Qasem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad lima hari sebelumnya.