October 24, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Penampakan Kondisi Darurat yang Bikin Keturunan Sultan Aceh Surati Erdogan

BeritaIndo – Keturunan Kesultanan Aceh, Cut Putri, menyurati Presiden Turki Recep Tayyip Erdoga terkait kondisi darurat di Aceh. Kondisi darurat itu terkait keberadaan situs warisan Islam di Aceh yang terancam musnah.

Situs yang dimaksud itu berada di sekitar area proyek Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dibangun di komplek tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Gampong Pande dan Gampong Jawa, Banda Aceh.

Salah satu dinding pagar di bagian samping dalam kondisi ambruk di bagian depan, terdapat pintu pagar terbuat dari besi bercar merah. Tidak ada aktivitas apapun di lokasi. Area tersebut dipenuhi rumput liar di dalam area itu terdapat tiga bangunan, salah satunya terletak di dekat pintu gerbang.

Sekitar 2 meter dari bangunan itu, terletak 11 batu nisan berbagai bentuk dan ukuran. Delapan di antaranya masih utuh dan berukuran besar. Batu-batu nisan itu diatur rapi di satu lokasi. Beberapa batu nisan juga terdapat kain berwarna kuning yang telah pudar.

Tak jauh dari nisan, terdapat kolam berurukuran besar yang belum rampung dibangun. Di seberangnya terdapat dua bangunan dengan ukuran berbeda. Beberapa meter dari kolam pertama, terdapat sejumlah kolam yang sudah dibeton. Kolam-kolam tersebut dipenuhi air.

Ketika proses pengerukan pembangunan proyek disana ditemukan lima makam. Namun kini lima makan itu tidak diketahui keberadaannya. Para pekerja diduga memindahkan lokasi makan ke tempat lain.

Dia kemudian menjelaskan soal batu nisan yang ditemukan. Dia mengatakan ada dua bentuk nisan yang mengindikasikan nisan ulama dan raja. Dia kemudian menjelaskan soal batu nisan yang ditemukan. Dia mengatakan ada dua bentuk nisan yang mengindikasikan nisan ulama dan raja.

Menurut Husaini, nisan ulama biasanya tidak menggunakan hiasan berbentuk bulat. Sedangkan nisan para raja memiliki hiasan yang banyak seperti daun atau hiasan lain yang dipadukan unsur luar dan lokal yang ada di tanah Rencong.

”Disini terbukti sebagai pusat penyebaran Islam terbesar di Indonesia, ini tidak bisa diketahui secara pasti karena tidak ada angka tahun. Kalau dilihat dari sudut bentuk batu nisan ini bisa di prediksi abaf ke-15,16,hingga 18.