October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Pemerintahan Baru Afghanistan Diumumkan, Taliban : Warga Jangan Protes!

BeritaIndo – Taliban telah mengeluarkan sejumlah nama yang akan mengisi posisi jabatan tertinggi dalam pemerintahan baru di Afghanistan. Meski begitu, nama-nama yang diumumkan untuk memimpin negara baru yang disebut Taliban sebagai Emirat Islam Afghanistan itu menuai kontroversi masyarakat dunia.

Pasalnya, terdapat sejumlah nama veteran Taliban yang masuk daftar hitam PBB. Salah satunya adalah Mullah Mohammad Hassan Akhund yang kini ditunjuk sebagai Perdana Menteri. Hassan sebelumnya menjabat sebagai menteri senior ketika rezim Taliban menguasai Afghanistan di tahun 1990 dengan brutal dan represif.

Selain itu, Taliban tidak menunjukkan adanya itikan untuk mewujudkan janjinya membentuk pemerintahan yang inklusif dan mewakili setiap etnis di negara tersebut. Posisi-posisi tertinggi kini diisi oleh para tokoh kunci Taliban dan jaringan Haqqani – Divisi Taliban yang dikenal kerap melancarkan serangan mematikan.

Struktur pemerintahan Taliban yang baru diumumkan diakui pemerintahan Amerika Serikat (AS) cukup mengkhawatirkan. Namun, AS menyatakan hanya akan memberi penilaian dari tindakan yang akan dilakukan, termasuk membiarkan warga Afghanistan pergi dengan bebas.

Kemenlu AS kembali meminta Taliban untuk memberikan jalur aman bagi warga AS dan Afghanistan yang ingin keluar dari negara itu. Blinken sebelumnya mengatakan bahwa Taliban sudah bekerja sama selama warga tersebut memiliki dokumen perjalanan, meski para politisi parta Republik dan sejumlah aktivis menuding masih ada hambatan bagi pesawat charter.

Gelombang protes dari masyarakat pun bermunculan di wilyah Afghanistan selama sepekan terakhir akibat adanya kekhawatiran bahwa rezim Taliban yang menjabat saat ini tidak akan jauh berbeda dari rezim kepemimpinan yang brutal dan penuh penindasan.

Ratusan orang yang berkumpul dalam sejarah aksi demo di Kabul, menolak kempimpinan rezim Taliban saat ini mendapat tembakan timah panas saat berupaya dibubarkan oleh pasukan keamanan Taliban.

Pascapemberontakan yang dilakukan selama 20 tahun, Taliban yang sedang memasuki tahap posisi transisi dari kelompok militer ke struktur pemerintahan, kini memiliki tugas kolosal yang memimpin Afghanistan yang mengalami kejatuhan ekonomi dan tantangan keamanan termasuk dari ancaman Islamic States (IS) di negara tersebut.