January 26, 2022

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Pembunuhan Sadis Bocah di Banjarnegara, Berawal dari Motif Sederhana

BeritaIndo – Gegara ponselnya rusak, Wahyudi (18) yang sedang kecanduan game online tega menghabisi nyawa R, Bocah 9 tahun yang tak lain adik sepupunya sendiri. Kasus pembunuhan itu terungkap setelah warga menemukan Mayat R di tebing hutan blok lemah putih wilayah Desa Wanareja, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Senin Pagi (10/1).

Motif pembunuhan itu sederhana, Wahyudi hanya ingin menguasai ponsel milik korban. Ponsel milik pelaku sedang rusak sehingga kegemarannya bermain game online tidak terlampiaskan yang membuat nya bermata gelap.

Rencana pembunuhan itu pun disusun. Dua pekan sebelumnya, Wahyudi sudah menyiapkan golok dihutan, tempat yang dia pilih untuk mewujudkan niat jahatnya. Dikenal sebagai pencari burung, Wahyudi tentu mahfun akan medan hutan yang hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari pemukiman itu.

Setelah itu, Wahyudi mengajak korban pergi naik sepeda motor dengan alasan mau memancing.

”Awalnya Wahyudi mengajak memancing, tetapi di tengah jalan tersangka bilang ke korban tidak usah mancing. Jadi sesampai musala, Sepeda motor ditinggal, tersangka dan korban jalan kaki ke hutan,” Kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto, Selasa (12/1).

Sesampainya di hutan, Wahyudi berusaha membunuh korban dengan mencekiknya hingga pingsan. Karena korban masih bernapas, Wahyudi pun berkali-kali memukul kepala dan tengkuk korban dengan golok yang  telah dia siapkan.

Untuk menghilangkan jejak, Wahyudi menutupi tubuh korban dengan daun. Sedangkan goloknya dia buang sekitar 10 meter dari lokasi kejadian. Kemudian Wahyudi pualgn lalu ke sawah membantu ibunya yang bekerja sebagai petani. Sepulang dari sawah, dia masih bisa tidur.

Namun, sematang apapun rencananya, Wahyudi bukanlah pembunuh yang berpengalaman. Dia rupanya lupa pada sandal dan jajanan korban yang tercecer di hutan. Berkat sandal dan jajanan itulah warga menemukan mayat R yang dikabarkan hilang sejak Minggu (9/1).

Menurut Hendri, perbuatan yang dilakukan Wahyudi termasuk pembunuhan berencana. ”Berdasarkan hasil pemeriksaan, ada kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Bukan kasus kekerasan terhadap anak, tetapi pembunuhan berencana,” Ujar Hendri.

Atas perbuatannya, Wahyudi diancam dengan hukuman maksimal seumur hidup. Pasal yang dikenakan yakni Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan nomor 23 tahun 2014 dan pasal tentang pembunuhan berencana.

Saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Banjarnegara, Wahyudi mengaku kecanduan game Online. ”iya saya kecanduan game online sejak 5 bulan lalu. Game onlinenya Free Fire,” Kata Wahyudi.

Menurut kadus Pecantelan Desa Wanaraja, Anto, warga semula tidak curiga pada Wahyudi meski korban terakhir kali diketahui pergi dengan dia. Sebab, Wahyudi dan korban merupakan saudara sepupu. Ibu korban dan Ibu Wahyudi itu kakak-adik.