October 18, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Pembunuh TNI di Depok Disebut Menangis Sebelum Rekonstruksi

BeritaIndo – Tersangka Ivan Victor Dethan (28) disebutkan sempat menangis sebelum memperagakan rekonstruksi pembunuhan anggota TNI, Sertu Yorhan Lopo. Pengacara Ivan, Herman Dione menyebut kliennya menangis karena menyesali perbuatannya.

”Iya, dia menyesal, sebelum rekonstruksi juga sudah nangis di hadapan saya,” Kata Kuasa hukum tersangka, Herman Dione.

Herman menyebutkan kliennya itu juga sempat memanngis saat menjalani rekonstruksi yang digelar hari ini dan terbuka untuk awak media. ”Tadi juga saat rekonstruksi nangis lagi. Hal itupun sudah dinyatakan oleh Kasat Reskrim Polrestro Depok,” tuturnya.

”Tersangka juga terlihat seperti menyesali lagi, karena mengingat-ingat kejadian yang sudah dialakukan sehingga dia menyesali perbuatannya,” Kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes di Polres Metro Depok.

Rekonstruksi digelar di Polres Metro Depok, Jl Margonda Raya, Depok siang tadi. Rekonstruksi diperagakan langsung oleh tersangka dan saksi. Yogen menerangkan rekonstruksi dilakukan sesuai fakta diberita acara pemeriksaan (BAP). Yogen menyebut tersangka spontan menusuk Sertu Yorhan Lopo karena tidak mengetahui bahwa korban adalah anggota TNI.

”Iya jadi memang sesuai dengan fakta di BAP bahwa tersangka sponta melakukan itu kareana tidak mengetahui korban adalah anggota TNI pada saat itu,” Ungkapnya.

”Ya jadi pada hari ini kita telah selesai melaksanakan rekonstruksi kasus 338, pembunuhan anggota TNI , tersangka sudah melaksanakannya dengan 19 adegan ya sudah berjalan dengan lancar,” Kata Yogen.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di Cimanggis, Depok, saat warga bernama Majer terlibat cekcok dengna warga bernama Adam di depan gudang dekat rumah Adam. Cekcok itu membuat Majer sampai mengeluarkan pisau. Karena membela diri, Adam kemudian menendang Majer hingga terjatuh.

Cekcok antarwarga ini tenryata sempat berakhir damai di rumah Adam. Majer dan Adam sudah bersalaman untuk berdamai disaksikan oleh warga lainnya. Pada saat kondisi sudah kondusif, tak disangka tersangka Ivan datang dengan menyembunyikan pisau di belakang badannya. Dengan spontan, tersangka Ivan langsung menusuk Adam di bagian paha sebelah kanan.

Saat Sertu Yohan mulai melerai, tiba-tiba tersangka Ivan langsung menusuk Sertu Yohan Lopo di bagian dada kiri. Warga yang melihat itu  kemudian langsung menarik tersangka ivan keluar rumah.

Dalam Kasus ini, tersangka Ivan dijerat dengan Pasal 338 KUHP. atau Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.