October 24, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Pembunuh Pria yang Tewas Bersimbah Darah di Blitar Ditangkap

BeritaIndo – Setelah 2×24 jam kabur, pelaku pembunuhan pria di Babadan akhirnya tertangkap. Pelaku dibekuk polisi di sebuah gubuk di tengah hutan Wilayah Ngantang. Kabupaten Malang.

Pelaku adalah MZA (22) warga kelurahan Babadan Kecamatan Wlingi. Hubungan antara pelaku dan korban, selain tetangga dekat, mereka juga bersahabat sejak remaja.

Usai menyerang korban, Arhab Muhlisin, dengan pisau, pelaku naik motor Honda Scoopy merah dengan nomor polisi AG 3710 KAG da nkabur ke arah timur.

Kapolres Blitar AKBP Aditya Panji Anon mengatakan korban dibekuk pada Kamis (23/9) sekitar pukul 21:00 WIB. Pengenjaran dan penelusuran jejak pelaku sampai ditemukan ditengah hutan, berkat informasi dari warga sekitar.

”Pengejaran 2×24 jam sampai jejak pelaku kami temukan, berkat kerja sama dengan masyarakat. Pelaku kami ringkus saat sedang tidur di gubuk dalam hutan wilayah Ngantang,” Papar Aditya.

Dengan tertangkapnya pelaku, polisi membuka motif aksi pembunuhan yang dilakukan kepada korban. Sesuai dengan keterangan beberapa saksi yang telah diminta keterangan, pelaku tega membunuh sahabatnya sendiri ini akibat pengaruh minuman keras.

”Sebelum terjadinya aksi pembunuhan, korban dan pelaku minum minuman keras. Pelaku kemudian emosi karena ada perkataan korban yang membuat tersinggung. Saat pulang, pelaku mengambil pisau dapur lalu menusukkan ke bagian leher korban hingga korban tewas di lokasi kejadian.” Bebernya.

Sebenarnya perkataan seperti apa yang dilontarkan korban hingga membuat pelaku murka ? Kalau caranya begini tidak usah berteman.

MZA juga mengaku, tidak ada masalah sebelumnya dengan korban. Hanya pengaruh minuman keraslah yang membuat naik pitam. Hingga tanpa pikir panjang mengambil pisau dan menyerang korban.

Kini MZA mendekam di sel tahanan Mapolres Blitar. Dia akan dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Aksinya juga bisa dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal hukuman mati.