October 21, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Pecinta Satwa Minta Asal Mula Bupati Badung Peroleh Owa Siamang Ditelusuri

Bupati Badung, Bali I Nyoman Giri Prasta dikecam karena diduga secara ilegal memelihara satwa dilindungi Owa Siamang (Symphalangus Syndactylus). Pecinta Satwa dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) menilai tindakan Giri Prasta itu menyedihkan

”Yang sedikit menyedihkan¬† bahwa beliau ini belum sadar bahwa satwa ini dilindungi,” Kata Pendiri JAAN Femke Den Haas.

Meski demikian, Femke memberikan apresiasi atas inisiatif Giri Prasta yang langsung menyerahkan Owa Siamang peliharaannya ke Balai Konversi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.

”Jadi kita senang sekali melihat tindakan ini yang cepat sekali dilakukan oleh bupati plus sadar bahwa ini satwa dilindungi,” Jelasnya.

Femke juga mengaku senang karena pihak BKSDA Bali bakal segera mengembalikan Owa Siamang tersebut ke pusat rehabilitasi khusus di Kalaweit, Sumatera Barat. Ia juga meminta agar BKSDA Bali menelusuri asal Owa Siamang tersebut.

Di sisi lain, Femke berharap tempat perdagangan satwa liar di Balik seperti Pasar Burung Satria bisa lebih ditindak. Ia pun meminta pemerintah setempat agar memastikan di pasar tersebut tidak ada penjualan satwa primata.

”Primata kebanyakan yang dijual di pasar ini adalah berbagai primata, termasuk dilindungi dan tidak dilindungi. Jadi juga ada monyet ekor panjang dan mereka berasal dari luar Bali, dibawa dari Sumatera ke Pasar burung dan ini juga merupakan perdagangan ilegal,” terang Femke.

Sebelumnya Giri Prasta mengunggah peliharaan satwa dilindungi Owa Siamang di akun instagram-nya. Unggahan tersebut pun otomatis dikecam oleh warganet.

”Ini namanya mimi, jadi kita rawat dengan baik, kita sudah beri obat semua dan sekarang saatnya dia saya mengajarkan untuk berjalan. Miminya berjalan, Miminya bergelayut. Ayo Mimi, Yuk berjalan,” Kata Prasta.

Postingan Giri Prasta itu pun mendapat cibiran dari warganet dengan menegaskan bahwa satwa tersebut dilindungi. Namun postingan itu kini sudah dihapus oleh Giri Prasta setelah mengunggah video pengembalian satwa tersebut ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun instagramnya, Giri Prasta meminta maaf kepada pecinta alam, baik hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Permintaan maaf itu disampaikan karena giri merasa membuat risih pecinta lingkungan karena memlihara satwa dilindungi Owa Siamang.

Permintaan maaf tersebut Giri Prasta sampaikan saat menyerahkan Owa Siamang yang ia beri nama Mimi itu ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. Selain menyerahkan satwa, Giri prasta juga menyerahkan dokumen dirinya sebagai orang tua asuh Owa Siamang tersebut.