October 21, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Pasukan Elite Afghanistan Berjanji Bakal Tumpas Habis Taliban

BeritaIndo – Pasukan elite Afghanistan menegaskan, mereka berjanji akan menumpas habis Taliban di tengah persiapan untuk melawan kembali. Pernyataan itu muncul setelah pemerintahan yang tersisa menghimpun kekuatan di Lembah Panjshir, sekitar 128 km dari Kabul.

Panjshir adalah satu-satunya tempat yang belum dikuasai pemberontak, setelah mereka merebut ibu kota akhir pekan lalu. Adalah Wakil Presiden Amirullah Saleh yang menyerukan konsentrasi pasukan di Panjshir, setelah mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpin sah.

Saleh menggantikan Presiden Ashraf Ghani yang mencari perlindungan di Uni Emirat Arab setelah Taliban menguasai Kabul.

”Bergabunglah bersama kelompok perlawanan. Saya tidak akan pernah, sama sekali tunduk kepada Teroris Taliban,” Tegasnya.

Bergabung bersama Saleh adalah Ahmad Massoud, putra Ahmed Shah Massoud, pemimpin milisi Aliansi Utara yang dibunuh Taliban di 2001. Selain milisi lokal dan warga yang berniat melawan pemberontok, aliansi gerilya itu diperkuat juga sisa-sisa pasukan khusus Afghanistan.

Mereka dilatih oleh tentara Barat, termasuk di antaranya SAS Inggris, sehingga dijuluki terbaik dari yang terbaik. ”Jumlah kami ribuan dan masih banyak yang akan datang. Kami juga mendapat dukungan warga lokal,” Kata Sumber Lokal.

Sumber itu mengklaim, kelompok itu berisikan veteran yang sudah bertempur melawan pemberontak 20 tahun terakhir, dan paham setiap jengkal tanah di Afghanistan.

Hanya saja selain dipukul mundur, banyak dari anggota elit tempur pemerintah yang bersembunyi karena khawatir menjadi korban pembalasan dendam pemberontak.

Pada Juni, 22 komando elite itu dieksekusi secara brutal setelah kehabisan peluru saat melawan mereka di Dawlat Abad. Unit khusus yang diterjunkan disana kewalahan menghadapi Taliban, karena mereka terpeangkat dan tak bisa mendapatkan bantuan udara hingga pasokan logistik.

Meski sudah dipersenjatai persenjataan terbaik dari AS, banyak dari mereka yang tumbang atau memutuskan melarikan diri. Selain unite elite, tentara reguler yang menolak bergabung dengan Taliban dilaporkan juga bersama kelompok perlawanan. Mereka tergabung di bawah Aliansi Utara, yang terus memerangi Taliban ketika berkuasa pada 1996 sampai 2001 silam.