January 28, 2022

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Pacu Ekspor Masa Pandemi, di GIIAS 2021 Suzuki Sebutkan Target ke 52 Negara Tujuan

Suzuki Indonesia mencatatkan peningkatan ekspor pada periode Januari–Oktober 2021 sebesar 34 persen (CBU dan CKD) apabila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk kategori CBU (Completely Built Up), Suzuki XL7 berkontribusi 39 persen.

Sedangkan untuk kategori CKD (Completely Knock Down), Suzuki Karimun Wagon R menjadi pendorong peningkatan ekspor tertinggi dengan kontribusi 95 persen.

Sepanjang Januari – Oktober 2021, Suzuki mengekspor ke 49 negara yang tersebar di Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, Oseania, hingga Afrika.

Segmen motor sport 250 cc lebih didominasi dua silinder, sementara Suzuki Gixxer SF 250 mengandalkan satu silinder [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

“Pakistan, Vietnam, Filipina, Thailand, dan Meksiko adalah beberapa negara yang memiliki permintaan tinggi terhadap kendaraan Suzuki. Melihat tren positif ini, hingga akhir 2021, kami menargetkan untuk mengekspor mobil ke 52 negara tujuan,” ujar Apriyanto, Production Planning Control Assistant to Dept. Head PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), di area GIIAS 2021, ICE BSD, Tangerang, Rabu (17/11/2021).

Adapun mobil kategori CBU yang diekspor yaitu Suzuki APV, New Suzuki Carry, All-New Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7. Sedangkan ekspor kategori CKD adalah All-New Suzuki Ertiga, New Suzuki Carry, dan Suzuki Karimun Wagon R.

Untuk ekspor CBU sendiri, periode Januari – Oktober 2021 angkanya meningkat 9 persen jika dibandingkan dengan periode Januari – Oktober 2020, dan Suzuki XL7 menjadi mobil penumpang yang memiliki kontribusi tertinggi 2021.

Selain mobil, Suzuki juga mengekspor sepeda motor. Masih di periode Januari-Oktober 2021, terdapat tiga model sepeda motor unggulan yang memiliki kontribusi tersebar, yaitu Satria F150 sebesar 62,6 persen, NEX II sebesar 11,9 persen, dan Address UK110 sebesar 7,2 persen selama 2021 ini.

“Kami harap penjualan ekspor mencapai target yang telah kami tetapkan baik dalam hal jumlah unit maupun daftar negara tujuan. Sehingga akan berdampak positif terhadap pemulihan pasar otomotif,” tutup Apriyanto.