January 28, 2022

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Orbit Planet di Sistem Planet yang Mirip Tata Surya Ini Paling Datar

BeritaIndo – Sistem planet yang disebut mirip dengan Tata Surya kita, ditemukan berada jauh dari galaksi Bima Sakti. Dalam sebuah studi mengungkap fakta baru tentang orbit sistem planet TRAPPIST-1

Planet-planet di Tata Surya kita semua mengorbit Matahari yang kurang lebih dalam satu bidang. Jika dibandingkan dengan orbit Bumi, yang mendefenisikan bidang pada nol derajat, maka orbit planet dalam sistem planet Tata Surya dengan sudut terbesar adalah Merkurius dengan kemiringan 7 derajat.

Sedangkan orbit Pluto, Si planet kerdil di Tata Surya, kemiringan orbitnya yakni 17,2 derajat, dilansir dari phys, Kamis (28/10/2021).

Karakteristik orbit planet-planet berkembang seiring dengan menghilangnya piringan gas dan debu protoplanet, serta saat planet-planet muda bermigrasi dalam piringan orbit sebagai respons terhadap pengaruh gravitasi timbal balik dan efek material dalam piringan tersebut.

Oleh sebab itu, para astronom menyadari bahwa penampakan orbit sistem planet mencerminkan kisah evolusinya. Sementara itu, pada sistem planet yang mirip Tata Surya bernama sistem Trappist-1, memiliki orbit planet yang cukup unik.

Sistem Trappist-1 adalah Tata Surya lain di alam semesta yang memiliki tujuh planet seukuran Bumi yang mengorbit pada bintang kecil yang hanya bermassa 0,09 massa matahari, sistem planet ini berlokasi sekitar 40.000 tahun cahaya dari Matahari.

Sistem planet mirip Tata Surya kita ini, pertama kali ditemukan atau terdeteksi teleskop Trappist-1 yang kemudian dilanjutkan dengan pengamatan kamera IRAC di Spitzer dan Misi K2.

Saat ini, pengamatan terhadap sistem planet ini telah menentukan massa planet dengan presisi antara 5012 persen dan menyempurnakan sifat sistem lainnya.

Namun, dalam pengamatan dan analisis terhadap sistem planet TRAPPIST-1 ini. para astronom, sejauh ini menemukan bahwa sistem tersebut telah memiliki orbit planet paling datar.

Keratan ekstrem ini berpotensi menyebabkan ketidakleluasaan dalam pembentukan dan evolusi sistem planet tersebut. Sistem ini juga memiliki susunan planet yang sangat rapat. Dalam konfigurasi yang begitu rapat, gaya tarik gravitasi timbal balik planet-planet akan menjadi pengaruh yang sangat penting pada detail seperti inklinasi orbit planet.

Setelah mengetahui bahwa cakram protostellar gas memperngaruhi sifat migrasi planet-planet, para ilmuwan juga sangat tertarik untuk megeksploraso berapa massa piringan minimum untuk sistem TRAPPIST-1.