Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Nyinyiran Amerika Serikat Saat China Pamer Kemesraan dengan Rusia

BeritaIndo – China menegaskan dukungannya terhadap Rusia di tengah invasi ke Ukraina. Amerika Serikat (AS) yang menentang invasi Rusia ke Ukraina, menyindir kemesraan China dan Rusia itu.

Kemesraan China dan Rusia itu diawali dari peresmian jembatan yang menghubungkan kedua negara. Jembatan sepanjang satu kilometer itu membentang di atas Sungai Amur dan menghubungkan kota Blagoveshchensk di wilayah timur jauh Rusia dengan wilayah Heihe di China bagian utara.

Pembangunan jembatan itu sudah di selesaikan sejak dua tahun lalu, namun peresmiannya tertunda akibat pandemi virus Corona (Covid-19). Peresmian jembatan di Blagoveshchensk pada Jumat (10/6) waktu setempat itu ditandai dengan dimulainya lalu lintas barang. Truk-truk yang pertama melintas disambut kembang api.

Pembangunan jembatan yang terdiri dari dua jalur itu menelan biaya hingga 19 miliar Rubel (Rp 4,7 triliun). Rusia dan Chian telah meningkatkan kerja sama politik dan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Kerja sama itu didorong oleh keinginan yang sama dari kedua negara untuk mengimbangi apa yang mereka pandang sebagai dominasi AS.

Perdagangan antara Rusia dan China yang berbagai perbatasan sepanjang 4.250 kilometer, juga telah berkembang sejak normalisasi hubungan kedua negara pada akhir tahun 1980-an silam. Namun, hubungan perdagangan itu selalu dihadapkan pada kurangnya infrastruktur transportasi di kawasan tersebut.

China selama ini telah menolak untuk mengutuk serangan militer besar-besaran Moskow di Ukraina. China juga dituduh memberikan perlindungan diplomatik untuk Rusia dengan mengecam sanksi-sanksi Barat dan penjualan senjata ke Ukraina.

Itu adalah panggilan telepon kedua yang dilaporkan antara kedua pemimpin tersebut sejak Putin melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari. Xi memuji momentun pembangunan yang baik dalam hubungan bilateral sejak awal tahun dalam menghadapi gejolak dan perubahan global.

Xi mengatakan Beijing bersedia mengintensifkan koordinasi strategis antara kedua negara. Smenetara itu, Rusia mengatakan kedua pemimpin telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dalam menghadapi sanksi-sanksi Barat yang melanggar hukum.

”Disepakati untuk memperluas kerja sama di bidang energi, keuangan, industri, transportasi, dan bidang lainnya, dengan mempertimbangkan situasi ekonomi global yang semakin rumit karena kebijakan sanksi yang tidak sah dan Barat,” kata Kremlin setelah panggilan telepon tersebut.

Juru bicara Deplu AS tersebut mengatakan Washington memantau aktivitas China dengan cermat termasuk bagaimana hampir empat bulan setelah perang Rusia di Ukraina, raksasa Asia it masih menggemakan propaganda Rusia di seluruh dunia dan menganggap kekejaman Moskow di Ukraina direkayasa.