October 21, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Masih Adaptasi saat Kembali ke MotoGP, Perasaan Dovizioso Campur Aduk

MISANO – Pembalap anyar tim Petronas Yamaha SRT, Andrea Dovizioso, kini masih harus beradaptasi dengan tim barunya sekembalinya ke pentas MotoGP. Mendapati kenyataan ini, Dovizioso pun dirundung perasaan yang campur aduk.

Ya, sebagaimana diketahui, Dovizioso baru saja bergabung dengan Petronas Yamaha SRT di MotoGP 2021. Dia kembali ke dunia MotoGP setelah memutuskan rehat pada akhir musim lalu.

Dovizioso Bergabung dengan Petronas Yamaha SRT di MotoGP 2021 - Beritaindo

Pada balapan pertamanya bersama tim satelit Yamaha di Misano akhir pekan lalu, pembalap berjuluk The Little Dragon itu pun masih belum nyetel. Dia finis di urutan paling belakang dengan selisih sekira 42 detik dari Francesco Bagnaia yang keluar sebagai pemenang.

Akan tetapi, saat melakukan uji coba hari pertama di Misano pada Selasa 21 September 2021, Dovizioso merasa senang. Sebab, feeling balapnya telah meningkat sehingga bisa tampil lebih agresif dan motornya bisa kendarai dengan lebih baik.

Meski begitu, perasaan tidak nyaman tetap menggandrungi Dovizioso. Sebab, dia punya harapan besar untuk bisa bersaing secara kompetitif lagi seperti musim-musim dulu.

“Saya masih tidak merasa benar-benar nyaman, tapi senang merasa lebih baik dari hari ke hari. Benar juga bahwa kondisi trek lebih baik daripada di Grand Prix, jadi lebih mudah untuk meningkatkan performa di lap,” kata Dovizioso dilansir dari Tuttomotori, Sabtu (25/9/2021).

“Itu adalah balapan klasik setelah balapan (Grand Prix), di mana trek dalam kondisi lebih baik dan semua orang cepat. Sensasi (balap) saya telah meningkat pesat, saya bisa lebih agresif dan motor terasa lebih baik,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Dovizioso saat ini merasa lebih percaya diri. Namun, dia masih harus mengubah gaya balapannya untuk bisa mengatasi masalah pada ban Michelin yang sudah dia alami sejak balapan bersama Ducati.

Andrea Dovizioso MotoGP - Beritaindo

“Sekarang, saya sangat percaya diri saat masuk (di tikungan) dan di tengah tikungan saya meningkatkan pengereman dan sudah terbiasa dengan ban Michelin. Menyesuaikan gaya saya dengan Yamaha adalah satu hal, tetapi ban selalu penting,” jelas pembalap kelahiran Forlimpopoli itu.

“Bahkan, dengan motor yang sama sekali berbeda, saya memiliki perasaan yang sama. Inilah mengapa saya harus mengubah cara mengemudi saya, (seperti) penggunaan rem belakang, ada sesuatu yang perlu diubah untuk memanfaatkan potensi ban. Saya masih tidak merasa nyaman sama sekali, tetapi senang merasa lebih baik dari hari ke hari,” pungkasnya.