Berita Indonesia Terlengkap

Berita Indonesia Terlengkap

Mantan Presiden Bolivia Jeanine Anez Divonis Penjara 10 Tahun

BeritaIndo – Mantan Presiden Bolivia Jeanine Anez dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Vonis ini dijatuhkan pada Jumat (10/6) waktu setempat, lebih dari setahun setelah penangkapannya karena dugaan plot-yang dianggap fiktif oleh banyak orang untuk menggulingkan saingannya dan pendahulunya, Evo Morales.

Perempuan yang telah ditahan dalam penahanan pra-persidangan sejak Maret 2021, secara konsistem mengecam apa yang disebutnya persekusi politik.

Mantan pemimpin interim itu akan menjalani hukuman 10 tahun di penjara perempuan di La Paz. Demikian diumumkan Pengadilan Hukuman Pertama ibu kota administratis Bolivia, La Paz dalam putusan yang datang tiga bulan setelah persidangannya dimulai.

Dihukum karena kejahatan yang bertentangan dengan konstitusi dan melalaikan tugas,” Anez dijatuhi hukuman 10 tahun atas tuduhan yang berasal dari ketika dia menjadi senator ,sebelum menjadi presiden.

Anez sebelumnya telah mengumumkan bahwa dia akan mengajukan banding jika terbukti bersalah. ”Kami tidak akan berhenti disini, kami akan menghadap ke sistem peradilan internasional,” ujarnya.

Selain Anez, mantan kepala angkatan bersenjata, William Kaliman, dan mantan kepala polisi, Yuri Calderon juga divonis hukuman 10 tahun. Keduanya masih diburu.

Anez masih menghadapi kasus pengadilan terpisan untuk penghasutan dan tuduhan lain terkait dengan tugas presidennya yang singkat. Pada awal kepresidenannya, Anez telah mengerahkan polisi dan militer untuk memulihkan ketertiban. Konflik pasca pemilihan saat itu menyebabkan 22 kematian, menurut Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Amerika. Untuk itu, Anez juga menghadapi dakwaan genosida dengan ancaman hukuman penjara 10 dan 20 tahun.

Anez yang sayap kanan, menjadi presiden sementara Bolivia pada November 2019 setelah Morales, yang mengklaim telah memenangkan masa jabatan keempat berturut-turut sebagai presiden, melarikan diri dari negara itu saat menghadapi protes massa terhadap dugaan kecurangan pemilu.

Anez yang merupakan pengacara dan mantan presenter televisi, menyatakan dirinya sebagai presiden sementara pada 12 November 2019, dua hari setelah pengunduran diri Morales.

Mahkamah Konstitusi mengakui mandat Anez sebagai presiden sementara, tetapi anggota partai Morales, MAS, membantah legitimasinya. Pemilihan umum pun diadakan setahun kemudian, dan dimenangkan oleh Luis Arce- Anak didik Morales, dengan Kepresidenan dan kongres keduanya berada dalam kendali MAS, Morales pun kembali ke Bolivia pada November 2020.

Setelah menyerahkan kendali kepresidenan kepada Arce, Anez ditangkap pada Maret 2021, dituduh mengambil alih kekuasaan secara serampangan. Penangkapan itu terjadi di kota Trinidad, yang terletak di departemen Beni negara itu, tempat dia dilahirkan dan tempat dia kembali setelah masa jabatannya di kantor.