October 21, 2021

BeritaIndo

Berita Indonesia Terlengkap

Macron Sudah 2 Kali Dilempar Telur, Pernah Ditampar Saat menyapa Warga

BeritaIndo – Insiden penyerangan di depan umum yang dialami Presiden Prancis, Emmanuel Macron, awal pekan ini bukanlah yang pertama. Pada Juni Lalu, Macron ditampat seorang pria saat menyapa warga dalamn kunjungan ke desa Tain I’Hermitage, Prancis Bagian Tenggara.

Pada 9 Juni lalu menyebut bahwa video yang beredar luas di media sosial menunjukkan momen saat Macron mendekat kerumunan warga yang dipisahkan pagar pembatas untuk menjabat tangan mereka.

Namun saat dia menyapa seorang pria berkaos hijau, tiba-tiba pria itu menampar wajahnya dengan keras. Pengawal Kepresidenan yang berada di samping dan belakang Macron dengan cepat mengamankan pria itu dan menarik badan Macron menjauhi pria itu.

Saat penamparan terjadi, para pengawal kepresidenan berada di dekat Macron. Salah satu pengawal yang berdiri di belakang Macron sempat mengangkat tangan untuk melindungnya, namun dia  terlambat sepersekian detik untuk menghentikan tamparan itu. Pengawal itu lantas memeluk Macron untuk melindunginya.

Macron tampak memalingkan wajahnya saat tangan kanan pria itu mengenai wajahnya, sehingga lebih terlihat dia menerima pukulan daripada tamparan langsung.

Tarel yang berambut gondrong dan menggemari sejaarah abat pertengahan ini menuturkan kepada penyidik bahwa dirinya, bertindak seara naluriah dan tanpa berpikir’Setelah menunggu Macron di luar sebuah sekolah yang dikunjunginya di kota Kecil.

Jauh sebelum itu, tepatnya di tahun 2017, Macron ternyata pernah dilempar telur saat masih menjadi kandidat Capres Prancis. Insiden itu terjadi saat Macron mengunjungi pameran pertania di Paris.

Dalam insiden terbaru, Marcron kembali dilempar telur saat menghadiri pameran perdagangan makanan di Lyon. Video insiden itu menunjukkan momen saat Macron berjalan ke arahnya. Telur itu mengenai bahu Macron.

Terkait insiden itu, jakwa silayah Lyon mengumumkan bahwa pelaku pelempar telur ke Macron merupakan seorang mahasiswa berusia 19 tahun. Identitasnya tidak diungkap lebih lanjut ke publik. Jaksa Lyon menegaskan bahwa mahasiswa itu langsung ditahan polisi.

Jaksa Lyon, menyatakan bahwa penyelidikan tengah dilakukan terhadap insiden ini, dengan delik penyerangan terhadap seseorang dalam posisi otoritas publik. Ditegaskan jaksa setempat bahwa pihaknya akan mencari tahu motif pelaku.